Abu Vulkanik Anak Krakatau ganggu penerbangan, IGTL pantau potensi dampak ke Timor-Leste

DILI, 09 September 2026 (TATOLI) – Institut Geosains Timor-Leste (IGTL) terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Indonesia, setelah erupsi dalam beberapa hari terakhir menyebarkan abu vulkanik dan sempat mengganggu operasional penerbangan di wilayah barat Indonesia.
Gunung Anak Krakatau terletak di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatra. Aktivitas vulkanik gunung tersebut menjadi perhatian karena abu hasil erupsi dapat terbawa angin ke wilayah lain dan memengaruhi penerbangan.
Dalam nota informasi yang dikeluarkan di Dili, Rabu, IGTL mengatakan terus mengikuti perkembangan aktivitas Anak Krakatau, terutama arah dan pola penyebaran abu vulkanik di atmosfer.
“IGTL terus mengikuti dan memantau perkembangan situasi ini melalui mitranya seperti BMKG Indonesia, termasuk informasi dari otoritas dan sumber ilmiah yang kompeten, khususnya terkait arah dan penyebaran abu vulkanik di atmosfer yang dapat berubah sesuai kondisi angin,” demikian keterangan dari IGTL.
Di Indonesia, aktivitas vulkanik Anak Krakatau terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
IGTL menegaskan, berdasarkan informasi ilmiah yang tersedia hingga saat ini, belum terdapat indikasi bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau memberikan dampak langsung terhadap wilayah Timor-Leste.
“Berdasarkan informasi ilmiah yang tersedia hingga saat ini, tidak ada indikasi mengenai dampak vulkanik langsung terhadap wilayah Timor-Leste,” jelas IGTL.
Meski demikian, IGTL tetap melakukan pemantauan karena arah penyebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi dan pola angin di kawasan.
Lembaga tersebut akan memperbarui informasi apabila terdapat perkembangan signifikan, khususnya perubahan pola penyebaran abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi kawasan yang lebih dekat dengan Timor-Leste.
Aktivitas Anak Krakatau sebelumnya juga berdampak terhadap penerbangan di Indonesia akibat penyebaran abu vulkanik. Perkembangan erupsi dan dampaknya turut diberitakan BBC News Indonesia.
IGTL mengimbau masyarakat Timor-Leste untuk tetap tenang dan mengikuti informasi dari sumber resmi serta otoritas yang berwenang.
Masyarakat juga diminta menghindari penyebaran informasi yang belum diverifikasi agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak diperlukan di tengah perkembangan aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

