Top

UAE dan Timor-Leste perkuat kemitraan di bidang investasi energi hingga infrastruktur

Foto bersama disela-sela Resepsi persahabatan antara UAE–Timor-Leste Friendship Reception di Dili. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

DILI, 01 September 2026 (TATOLI) – Uni Emirat Arab (UAE) dan Timor-Leste menegaskan komitmen untuk membawa hubungan persahabatan kedua negara menuju kemitraan yang lebih konkret, terutama di bidang investasi, energi terbarukan, infrastruktur, pendidikan, pariwisata, logistik hingga transformasi digital.

Komitmen tersebut mengemuka dalam UAE–Timor-Leste Friendship Reception di Dili, yang mempertemukan Presiden Republik José Ramos-Horta, Menteri Negara pada Kementerian Luar Negeri UAE Noura bint Mohammed Al Kaabi, Duta Besar UAE untuk Indonesia sekaligus Duta Besar Non-Residen untuk Timor-Leste Abdulla Salem Al Dhaheri, serta pejabat pemerintah dan korps diplomatik.

Dalam sambutannya, Dubes Abdulla Salem Al Dhaheri mengatakan resepsi persahabatan tersebut merupakan yang pertama diselenggarakan Kedutaan Besar UAE di Dili dan menjadi momentum untuk merayakan hubungan kedua negara yang terus berkembang atas dasar saling menghormati dan persahabatan.

Hubungan diplomatik UAE dan Timor-Leste telah terjalin sejak 2009. Menurut Al Dhaheri, hubungan tersebut terus berkembang secara positif dan kini membuka peluang baru bagi kerja sama yang lebih luas.

“Kami melihat Timor-Leste sebagai mitra penting dan sahabat yang berharga. Uni Emirat Arab tetap berkomitmen memperkuat kerja sama dan menjajaki peluang-peluang baru yang dapat semakin mendekatkan negara dan masyarakat kita,” kata Al Dhaheri di Palm Spring Hotel, pada Jumat (28/08).

Ia juga menyebut kunjungan Noura Al Kaabi bersama delegasinya sebagai kunjungan pertama ke Timor-Leste, sekaligus kesempatan penting untuk memperdalam pemahaman dan memperkuat hubungan kedua negara.

Sementara itu, Menteri Negara UAE Noura Al Kaabi menilai hubungan UAE dan Timor-Leste memiliki fondasi yang kuat dan berpotensi berkembang lebih jauh, termasuk dalam hubungan ekonomi.

Menurutnya, terdapat potensi nyata untuk memperdalam kemitraan di sektor energi, energi terbarukan, pertanian dan infrastruktur. Ia bahkan menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan Emirat siap menjajaki investasi yang dapat menciptakan nilai ekonomi dan lapangan kerja di Timor-Leste.

Noura Al Kaabi juga menyoroti kedekatan kedua negara dalam mempromosikan nilai toleransi dan persaudaraan manusia.

Ia merujuk pada Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together, yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019. Menurutnya, Timor-Leste kemudian menjadi negara pertama yang mengadopsi dokumen tersebut melalui Parlemen Nasional.

“Timor-Leste menunjukkan kepada dunia seperti apa persaudaraan ketika dipilih secara sadar,” ujarnya, seraya mengatakan hal tersebut menjadi salah satu alasan UAE memandang Timor-Leste bukan semata sebagai mitra, tetapi sebagai negara yang berbagi nilai-nilai penting dengan UAE.

Noura Al Kaabi turut menyampaikan ucapan selamat atas aksesi Timor-Leste ke ASEAN dan rencana negara itu memegang keketuaan ASEAN pada 2029. UAE, katanya, ingin berdiri bersama Timor-Leste ketika negara tersebut menjalankan tanggung jawab tersebut.

Kerja sama kedua negara juga mulai diwujudkan melalui proyek Timor-Leste–UAE Student Residence for Girls yang tengah dibangun di Dili.

Presiden José Ramos-Horta mengatakan kompleks asrama tersebut mendapat dukungan dari Presiden UAE, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, dan nantinya mampu menampung hingga 300 mahasiswi dari keluarga miskin dan rentan dari berbagai wilayah Timor-Leste.

Menurut Kepala Negara, fasilitas tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi investasi bagi perempuan, pendidikan dan masa depan Timor-Leste.

“Ini lebih dari sekadar infrastruktur. Ini adalah investasi bagi putri-putri Timor-Leste, dalam pendidikan, perempuan dan masa depan bangsa kita.”

Presiden Republik juga mengapresiasi peluang untuk meningkatkan kapasitas diplomat dan pejabat pemerintah Timor-Leste melalui Anwar Gargash Diplomatic Academy di Abu Dhabi. Kerja sama itu dinilai dapat memperkuat sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan sekaligus menciptakan hubungan jangka panjang kedua negara.

Presiden Ramos-Horta mengatakan Timor-Leste kini memasuki fase baru pembangunan dan berupaya melakukan diversifikasi ekonomi, memperkuat infrastruktur, mengembangkan energi terbarukan dan pariwisata, serta meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Karena itu, Kepala Negara secara terbuka mengundang perusahaan, investor dan institusi UAE untuk menjajaki peluang di Timor-Leste.

“Kami menyambut perusahaan, investor dan institusi UAE untuk mengeksplorasi peluang kerja sama, khususnya di bidang energi terbarukan, infrastruktur, logistik, pariwisata, kesehatan, pendidikan dan transformasi digital,” kata Presiden Republik.

Ramos-Horta menilai kedua negara dapat saling melengkapi dengan menggabungkan pengalaman, teknologi dan kapasitas investasi UAE dengan populasi muda, posisi strategis, sumber daya serta tekad pembangunan Timor-Leste.

Presiden Republik juga mengingatkan bahwa fondasi hubungan kedua negara telah terbentuk bahkan sebelum hubungan diplomatik resmi pada 13 November 2009, termasuk ketika Timor-Leste mendukung pencalonan UAE sebagai tuan rumah markas International Renewable Energy Agency (IRENA) di Abu Dhabi pada 2009.

Selain kerja sama bilateral, Presiden Ramos-Horta turut menyinggung situasi di Timur Tengah. Ia mengatakan penderitaan warga sipil di Gaza dan Palestina, konflik Israel–Palestina yang belum terselesaikan serta ketegangan regional menunjukkan pentingnya diplomasi, dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Sebagai negara yang pernah mengalami konflik dan penderitaan, kata Ramos-Horta, Timor-Leste memahami biaya kemanusiaan akibat perang dan percaya bahwa perdamaian yang berkelanjutan membutuhkan keadilan, martabat manusia serta kebebasan dan keamanan.

Ia menilai UAE dapat memainkan peranan penting dalam mempromosikan dialog, moderasi, toleransi dan hidup berdampingan secara damai.

Menutup pidatonya, Ramos-Horta berharap proyek asrama mahasiswi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia baru menjadi awal dari kemitraan yang lebih luas.

“Semoga persahabatan antara Timor-Leste dan Uni Emirat Arab terus tumbuh semakin kuat serta membawa pemahaman, kerja sama, peluang dan kemakmuran yang lebih besar bagi masyarakat kedua negara,” ujar Presiden.

Resepsi persahabatan tersebut juga menampilkan budaya Timor-Leste dan memberikan ruang kepada generasi muda melalui kompetisi video pelajar yang didukung Kedutaan Besar UAE. Tiga pemenang mendapatkan penghargaan atas karya yang mengangkat negara, tradisi dan warisan budaya Timor-Leste.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!