Timor-Leste dan Indonesia perkuat reformasi sistem akuntansi publik dan swasta

DILI, 31 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste dan Indonesia memperkuat kerja sama reformasi sistem akuntansi sektor publik dan swasta untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan kualitas pengelolaan keuangan di Timor-Leste.
Kementerian Keuangan Timor-Leste melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan menggelar seminar lanjutan “Reformasi Sistem Akuntansi Sektor Publik dan Swasta” pada 31 Agustus hingga 4 September 2026 di Auditorium Kementerian Keuangan Kay Rala Xanana Gusmão, Aitarak-Laran, Dili.
Pertemuan tersebut mempertemukan tim ahli Pemerintah Timor-Leste dan Indonesia untuk melanjutkan pembahasan rancangan kebijakan akuntansi sektor publik dan rancangan standar akuntansi sektor swasta.
Wakil Menteri Keuangan Timor-Leste, Regina de Jesus de Sousa, mengatakan reformasi akuntansi bukan sekadar perubahan standar, prosedur maupun sistem teknis, tetapi merupakan bagian fundamental dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, sistem akuntansi yang kredibel memungkinkan pemerintah menghasilkan informasi keuangan yang akurat, andal dan tepat waktu sehingga memperkuat transparansi dan akuntabilitas serta meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya publik.
“Pada akhirnya, kualitas sistem akuntansi kita akan turut menentukan kualitas pengelolaan keuangan publik dan tingkat kepercayaan masyarakat maupun para mitra pembangunan terhadap institusi pemerintah,” katanya.
Regina menekankan keberhasilan reformasi tidak cukup diukur dari penetapan standar akuntansi secara formal.
“Mengadopsi standar akuntansi tidak sama dengan mengimplementasikannya,” tegasnya.
Implementasi yang efektif, menurutnya, membutuhkan arah kebijakan yang jelas, landasan hukum dan kelembagaan yang tepat, pembagian tanggung jawab, kapasitas teknis serta rencana implementasi yang realistis dan bertahap.
“Standar memberikan arah, tetapi implementasi memberikan makna,” ujarnya.
Sementara itu, Atase Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili, Banga Malewa, mengatakan Indonesia berkomitmen mendukung penguatan sektor keuangan Timor-Leste.
Menurutnya, standar akuntansi sektor publik dan swasta serta sistem pelaporan keuangan merupakan fondasi penting bagi kegiatan ekonomi sekaligus dapat mendukung peningkatan kepercayaan investor.
“Standar saja tidak cukup, kita harus memastikan bahwa standar ini dapat diimplementasikan dengan baik,” katanya.
Indonesia kembali memberikan dukungan hibah untuk mempersiapkan implementasi program tersebut. Kerja sama akan dilanjutkan hingga 2027.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), Mediya, menambahkan reformasi yang dikembangkan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Timor-Leste.
Menurutnya, tidak ada satu model reformasi yang dapat diterapkan secara identik di setiap negara sehingga Indonesia dan Timor-Leste perlu terus belajar bersama dalam membangun sistem yang tepat bagi kebutuhan negara.
Seminar selama lima hari tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian kebijakan dan standar akuntansi sekaligus mempersiapkan langkah implementasinya di sektor publik dan swasta Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

