Wakil Menkeu TL : Indonesia dukung penguatan audit internal Pemerintah

DILI, 31 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste meminta Indonesia memperluas dukungan teknis dalam penguatan audit internal di seluruh instansi pemerintah sebagai bagian dari reformasi pengelolaan keuangan publik.
Wakil Menteri Keuangan Timor-Leste, Regina de Jesus de Sousa, mengatakan penguatan fungsi audit internal diperlukan untuk memastikan proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban berjalan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, transparansi dan akuntabilitas.
“Kami juga ingin mengajak Pemerintah Indonesia untuk memperluas dukungan dan kerja sama di bidang internal audit, tidak hanya pada tingkat pusat, tetapi juga pada seluruh instansi dan entitas pemerintah yang memiliki peran dalam pengelolaan keuangan,” kata Regina dalam seminar Reformasi Sistem Akuntansi Sektor Publik dan Swasta di Kementerian Keuangan, Dili, Senin ini.
Ia berharap pengalaman dan keahlian Indonesia dapat terus dibagikan kepada Timor-Leste melalui peningkatan kapasitas auditor, pengembangan metodologi audit berbasis risiko serta penguatan sistem pengendalian internal pemerintah.
Menurut Regina, audit internal bukan sekadar instrumen untuk menemukan kesalahan setelah terjadi, tetapi berperan penting dalam mencegah risiko, memperbaiki proses dan memastikan sumber daya publik digunakan secara efektif dan bertanggung jawab.
Karena itu, Timor-Leste mengharapkan dukungan Indonesia yang lebih terstruktur dan berkelanjutan untuk memperkuat audit internal di berbagai instansi pemerintah.
Kerja sama kedua negara dalam pengelolaan keuangan telah berlangsung sejak 2023 dan pada awalnya berfokus pada kajian reformasi serta standar akuntansi sektor publik dan swasta.
Regina mengatakan kerja sama tersebut kemudian berkembang ke penyusunan standar, pelatihan dan sertifikasi serta bidang pengelolaan keuangan lainnya.
Dilain pihak, Atase Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili, Banga Malewa, mengatakan kerja sama kedua negara akan dilanjutkan hingga 2027 dan diperluas tidak hanya pada pengembangan standar akuntansi publik dan swasta, tetapi juga mencakup perpajakan, pengelolaan aset, pinjaman dan Public-Private Partnership (PPP).
“Indonesia berkomitmen mendukung penguatan sektor keuangan Timor-Leste, baik melalui penyusunan regulasi maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum PKN STAN, Mediya, mengatakan bidang-bidang tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari satu ekosistem reformasi pengelolaan keuangan.
Menurutnya, reformasi membutuhkan institusi yang kuat, tata kelola yang baik, data berkualitas, sistem efektif dan sumber daya manusia yang kompeten.
Karena itu, tujuan kerja sama Indonesia–Timor-Leste bukan hanya menghasilkan dokumen kajian, tetapi membangun fondasi reformasi yang dapat terus berkembang dan memperkuat kapasitas kelembagaan Timor-Leste.
“Kami datang ke Timor-Leste bukan hanya untuk berbagi apa yang kami lakukan. Kami datang untuk mendengar, untuk berjalan bersama dan untuk tumbuh bersama,” ujarnya.
Rporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

