Delegasi Hikma Fellowship Yaman bertemu Mari Alkatiri

DILI, 01 September 2026 (TATOLI) – Delegasi Hikma Fellowship Yaman pada Selasa ini bertemu dengan Sekretaris Jenderal Partai FRETILIN, Mari Alkatiri. Pertemuan yang dilakukan Delegasi Hikma Fellowship Yaman untuk Kepemimpinan Publik (Hikma Fellowship Yemen for Public Leaders) itu merupakan studi banding untuk lebih mempelajari sejarah Timor-Leste mulai dari pembangunan negara pascakonflik.
CEO DeepRoot Consulting asal Yaman, Ala Abdulrahman Sallam Qasem, mengatakan, kunjungan ke Comité Central FRETILIN bertujuan untuk belajar sejarah Timor-Leste dan mendengarkan pengalaman Sekretaris Jenderal Partai FRETILIN, Mari Alkatiri yang merupakan seorang tokoh sejarah yang membagikan kisah perjuangan serta keberhasilan Timor-Leste yang berujung pada rekonsiliasi serta pembangunan bangsa dan negara ini.
“Kami ingin belajar dari berbagai pengalaman, dan kami ingin melihat pengalaman historisnya. Ada pula pengalaman mengenai bagaimana negara ini berhasil mengatasi berbagai tantangan, serta bagaimana mereka mampu melakukannya. Jadi, kami berkonsultasi dengan masyarakat setelah masa konflik yang panjang mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk melangkah maju,” ujar Qalam Abdullah kepada media, usai pertemuan yang dilakukan di kantor CCF, Comoro.
“Kami telah mengunjungi banyak negara. Kami telah mengunjungi Sri Lanka dan Kolombia. Besok akan ada pertemuan lain yang membahas keberhasilan dalam mengatasi berbagai posisi dan masalah masa lalu. Namun, masih banyak hal yang perlu dilakukan. Yang terpenting adalah kemampuan untuk terus menjaga kohesi sosial,” ujarnya.
Ia menyatakan keinginannya untuk mempelajari dan mendengarkan sejarah Timor-Leste, sekaligus memahami bagaimana mengubah rekonsiliasi ini menjadi sebuah proses pembangunan bangsa.
Ia mengatakan senang bertemu dengan Sekretaris Jenderal Partai FRETILIN, Mari Alkatiri. Dimana, Beliau berbagi cerita mengenai proses perjuangan Timor-Leste yang penuh tantangan, namun pada akhirnya berhasil mencapai penentuan nasib sendiri, memulai rekonsiliasi, memperkuat lembaga-lembaga negara, serta berfokus pada pembangunan nasional.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai FRETILIN, Mari Alkatiri, mengatakan bahwa hari ini ia menerima kunjungan dari delegasi Yaman yang ingin mendengarkan sejarah negara ini serta meminta untuk mengetahui pengalaman tentang Timor-Leste.
“Setelah bertahun-tahun, mereka berhasil mengatasi masalah yang timbul dari status bekas jajahan dan penjajah, sementara kita bergerak sangat cepat. Jadi, keinginan mereka hari ini adalah ingin mempelajari cara melakukannya dengan cepat,” kata Alkatiri.
Untuk diketahui bahwa, sistem politik Yaman saat ini terpecah-belah dan tidak stabil akibat perang saudara yang membagi negara tersebut ke dalam berbagai blok kekuasaan. Sebelum krisis dan konflik berkepanjangan ini terjadi, Yaman secara formal menganut sistem republik demokrasi perwakilan semi-presidensial. Dalam kerangka konstitusional negara tersebut, kepala negara adalah Presiden yang dipilih, sedangkan kepala pemerintahan adalah Perdana Menteri yang ditunjuk oleh Presiden.
Hikma Fellowship Yemen for Public Leaders adalah program pengembangan kepemimpinan selama satu tahun yang mempertemukan para pemimpin baru Yaman dari beragam latar belakang untuk membantu membangun perdamaian, tata kelola, dan pembangunan di Yaman. Delegasi ini mencakup berbagai kalangan, mulai dari spektrum politik, pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, media, hingga sektor swasta.
Tujuan program dari delegasi itu untuk memperkuat kapasitas mereka dalam berkontribusi terhadap perdamaian, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan di Yaman. Kunjungan studi ini didanai oleh Pemerintah Belanda.
Tim TATOLI

