Kedubes imbau Warga Timor-Leste waspadai informasi Work and Holiday Visa Australia

DILI, 26 Agustus 2026 (TATOLI) – Kedutaan Besar Republik Demokratik Timor-Leste di Australia mengimbau warga Timor-Leste untuk mewaspadai informasi yang beredar di media sosial mengenai kesempatan mengajukan Work and Holiday Visa (subclass 462) ke Australia.
Imbauan tersebut disampaikan setelah beredar informasi yang menimbulkan kesan bahwa pemegang paspor Timor-Leste telah memenuhi syarat untuk mengajukan visa tersebut.
Dalam klarifikasi yang disampaikan melalui laman Facebook resminya, Kedutaan Australia menegaskan bahwa berdasarkan informasi dan persyaratan terkini dari Department of Home Affairs Australia, Timor-Leste hingga saat ini belum termasuk dalam daftar negara yang paspornya memenuhi syarat untuk mengajukan Work and Holiday Visa subclass 462.
“Timor-Leste saat ini belum termasuk dalam daftar negara yang paspornya memenuhi syarat untuk Work and Holiday Visa (subclass 462),” demikian penjelasan Kedutaan.
Kedutaan juga telah melakukan konfirmasi mengenai persoalan tersebut dengan Seksi Timor-Leste di Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.
Berdasarkan daftar terkini, terdapat 29 negara yang paspornya memenuhi syarat untuk program tersebut, yakni Argentina, Austria, Brasil, Chile, China, Republik Ceko, Ekuador, Yunani, Hungaria, India, Indonesia, Israel, Luksemburg, Malaysia, Mongolia, Papua Nugini, Peru, Polandia, Portugal, San Marino, Singapura, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swiss, Thailand, Türkiye, Uruguay, Amerika Serikat dan Vietnam.
Kedutaan mengakui adanya informasi pada situs resmi Department of Home Affairs Australia yang dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Situs tersebut menyebutkan bahwa mulai 1 Juli 2026, terdapat biaya permohonan visa yang lebih rendah (lower visa application cost) bagi warga yang memenuhi syarat dari negara-negara Kepulauan Pasifik dan Timor-Leste.
Kendati demikian, Kedutaan menegaskan bahwa penyebutan Timor-Leste dalam informasi mengenai penurunan biaya tersebut tidak berarti pemegang paspor Timor-Leste secara otomatis memenuhi syarat untuk mengajukan Work and Holiday Visa subclass 462.
“Penting untuk diklarifikasi bahwa meskipun Timor-Leste disebut dalam informasi mengenai lower visa application cost, hal tersebut tidak berarti bahwa warga pemegang paspor Timor-Leste saat ini secara otomatis memenuhi syarat atau mendapat persetujuan untuk mengajukan Work and Holiday Visa (subclass 462),” jelas Kedutaan.
Work and Holiday Visa subclass 462 merupakan program visa Australia yang memungkinkan warga muda dari negara-negara mitra yang memenuhi persyaratan untuk melakukan perjalanan sekaligus bekerja selama berada di Australia.
Menyusul beredarnya informasi tersebut, Kedutaan secara khusus meminta masyarakat Timor-Leste agar tidak terburu-buru melakukan pembayaran ataupun menyerahkan dokumen kepada individu, agen atau organisasi yang mengklaim dapat mengurus Work and Holiday Visa subclass 462 bagi pemegang paspor Timor-Leste.
Kedutaan mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa informasi melalui sumber resmi Pemerintah Australia sebelum mengambil keputusan atau melakukan pembayaran terkait pengurusan visa.
Klarifikasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa hingga saat ini pemegang paspor Timor-Leste belum memenuhi syarat untuk mengajukan Work and Holiday Visa subclass 462, meskipun Timor-Leste disebut dalam informasi terkait kebijakan penurunan biaya visa yang berlaku sejak Juli 2026.
Kedutaan Besar Timor-Leste di Australia akan terus mengikuti perkembangan persoalan tersebut dan berkomitmen menyampaikan informasi kepada publik apabila terdapat perubahan atau klarifikasi baru dari otoritas Australia.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

