Top

YASS China kunjungi TATOLI, bahas kerja sama di masa depan

Pertemuan antara Delegasi Yunnan Academy of Social Sciences China dan TATOLI, I.P. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 06 Agustus 2026 (TATOLI)—   Delegasi Yunnan Academy of Social Sciences China (YASS) atau Akademi Ilmu Sosial Yunnan melakukan kunjungan ke kantor berita negara Timor-Leste, TATOLI, I.P, di Dili, Kamis (06/08). Kunjungan tersebut  membahas kerja sama di masa depan.

Dalam pertemuan tersebut,  Ketua Dewan Direksi TATOLI, I.P, Noémio Mateus Soares Falcão,  mengatakan bahwa kunjungan Yunnan Academy of Social Sciences dari China bertujuan untuk melakukan penelitian tentang perkembangan apa saja yang telah ada di Timor-Leste khususnya,  di sektor pertanian, dan bidang-bidang lainnya.

“Mereka mengunjungi TATOLI, karena mengakses informasi yang dipublikasikan TATOLI selama di China, sehingga mereka juga menjadwalkan kunjungan ke TATOLI. Hal ini sangat penting untuk membahas hubungan baik kedua. Dan TATOLI, dapat mengunjungi Yunnan untuk melakukan studi kerja sama,” ujar Noémio Falcão usai pertemuan.

Ketua Dewan Direksi TATOLI, I.P, Noémio Mateus Soares Falcão, sedang berbicara dengan Delegasi Yunnan Academy of Social Sciences China. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

Menurutnya, hal ini sangat penting karena saat ini TATOLI juga bekerja sama dengan banyak media di China, khususnya Guangxi International Communications dan pihak-pihak lainnya. Oleh karena itu, kerja sama antarlembaga ini sangatlah penting di masa depan.

Sementara itu, Peneliti Senior di bagian Chinese Academy of Southeast Asian Studies di YASS China, Shulan Zhao, mengatakan bahwa tujuan kunjungan ke TATOLI adalah untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pemberitaan TATOLI terkait hubungan antara China dan Timor-Leste, serta menjajaki kemungkinan kerja sama di masa depan untuk menyiarkan berita-berita penting antara kedua negara.

“Kami mengetahui dan melihat bahwa TATOLI menyajikan informasi yang kredibel, dan kami senang mengenal TATOLI. Kami berharap kerja sama di masa depan—khususnya yang berkaitan dengan masyarakat dan budaya dapat terjalin antara China dan Timor-Leste. Kami mengundang TATOLI untuk berkunjung ke Yunnan,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kerja sama ini sangat penting karena ada tiga fokus utama Yunnan Academy of Social Sciences yaitu pertama,

Studi penelitian mengenai Asia Tenggara dan Asia Selatan dengan tujuan menjadi pusat penting bagi studi kawasan, kerja sama sub-kawasan, dan penelitian tentang negara-negara tetangga. Kedua, etnologi, yaitu studi mengenai kelompok etnis minoritas dan budaya lokal di Yunnan serta wilayah sekitarnya dan ketiga mengenai disiplin ilmu lainnya yang mencakup bidang Marxisme, ekonomi, kebijakan sosial, keuangan, dan tata kelola pemerintahan.

“Untuk Timor-Leste, kami telah melakukan penelitian serupa sebelumnya namun memperoleh informasi yang sangat minim, sehingga dibutuhkan waktu untuk mengkaji apa yang sebenarnya diperlukan,” pungkasnya.

Foto bersama Delegasi Yunnan Academy of Social Sciences China dan TATOLI, I.P. usai pertemuan yang dilakukan di kantor TATOLI, Farol, Dili. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

Untuk diketahui bahwa Yunnan Academy of Social Sciences (YASS) didirikan pada tahun 1980, berlandaskan pada bekas Institut Studi Sejarah Provinsi Yunnan yang sebelumnya berfokus pada kajian sejarah lokal Yunnan, sejarah serta teori mengenai kelompok etnis minoritas, dan berbagai isu lain yang berkaitan dengan kelompok etnis di provinsi tersebut.

Sejak saat itu, lembaga ini telah berkembang menjadi institusi yang mencakup 10 disiplin ilmu melalui integrasi berbagai bidang studi, dengan fokus utama pada kajian Marxisme, etnologi, studi Asia Tenggara dan Asia Selatan, serta ekonomi.

Keunggulan lembaga ini terutama terlihat pada bidang-bidang seperti studi Asia Tenggara dan Asia Selatan serta etnologi.

Tim TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!