Top

Wakil PM Assanami presentasikan prioritas nasional di Forum Global GPPAD di Beijing

Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Rakyat, Mariano Assanami Sabino berpidato dalam pertemuan Forum GPPAD yang diadakan di Beijing, China. Foto Media Kantor Wakil PM dan MCAS

DILI, 01 Juni 2026 (TATOLI) – Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Rakyat, Mariano Assanami Sabino, menyerukan penguatan kerja sama internasional dalam memerangi angka kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Pernyataan Wakil PM Assanami itu dipresentasikan dalam pertemuan Forum GPPAD (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development) atau Kemitraan Forum Global untuk Pengentasan Angka Kemiskinan dan Pembangunan pada 28 Mei 2026 di Beijing – China.

Dalam siaran pers yang diakses dari Laman Wakil PM Mariano Assanami Sabino, disebutkan bahwa dalam forum yang  mempertemukan perwakilan dari sekitar 60 negara dan organisasi internasional untuk membahas strategi kerja sama dalam memerangi angka kemiskinan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan itu, Wakil PM Assanami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik China dan Pusat Internasional China untuk Pengurangan angka Kemiskinan atas penyelenggaraan acara ini.

Wakil PM Assanami menyoroti pentingnya tema “Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan” untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama internasional.

Perdana Menteri juga menekankan bahwa kemiskinan bukan hanya tantangan ekonomi, tetapi juga isu yang terkait dengan martabat manusia, stabilitas sosial, dan pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini, beliau berpendapat bahwa pemberantasan kemiskinan harus dianggap sebagai tanggung jawab bersama komunitas internasional.

Wakil Perdana Menteri Assanami menegaskan kembali komitmen Pemerintah Timor-Leste terhadap ketahanan pangan, yang dianggap sebagai salah satu pilar fundamental bagi stabilitas sosial, kesejahteraan penduduk, dan pertumbuhan ekonomi.

Beliau juga menyebutkan bahwa, sebagai negara berkembang dan anggota baru ASEAN, Timor-Leste terus berinvestasi dalam pembangunan pedesaan, modernisasi pertanian, penciptaan lapangan kerja bagi kaum muda, peningkatan perumahan masyarakat, dan peningkatan sumber daya manusia.

Dalam pidatonya, beliau juga menyoroti peran strategis sektor perikanan dalam mengurangi kemiskinan, mendorong inklusi sosial, dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat nasional.

Wakil Perdana Menteri Assanami juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengakui hasil yang dicapai China dalam memberantas kemiskinan ekstrem, mencatat bahwa mengangkat sekitar 800 juta orang keluar dari kondisi tersebut merupakan tonggak sejarah dan contoh bagaimana kebijakan yang konsisten dan perencanaan strategis jangka panjang dapat menghasilkan hasil yang signifikan.

Pemimpin tersebut juga menyampaikan apresiasi Timor-Leste atas dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh China kepada Timor-Leste,  baik selama perjuangan kemerdekaan maupun dalam proses pembangunan nasional saat ini, khususnya di bidang infrastruktur, pertanian, pendidikan, kesehatan, dan penguatan kelembagaan.

Mengenai Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (GPPAD), Timor-Leste menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut, menganggapnya sebagai platform yang relevan untuk berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan kerja sama internasional.

Pemerintah Timor Leste menegaskan kembali kesediaannya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan dan program yang dipromosikan oleh kemitraan tersebut, memperkuat komitmennya untuk bekerja sama dengan mitra internasionalnya dalam membangun pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Forum tersebut diakhiri dengan seruan kepada komunitas internasional untuk memperkuat solidaritas, kemitraan, dan kerja sama praktis, dengan tujuan membangun masa depan yang lebih makmur, inklusif, dan bebas kemiskinan bagi semua orang.

Berpartisipasi dalam Forum tersebut, delegasi Timor-Leste dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri, Mariano Assanami, yang berpartisipasi dalam diskusi yang berfokus pada pemantauan pembangunan, bantuan internasional, ketahanan pangan, dan kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Forum global  tersebut berfokus pada pertukaran strategi, kebijakan publik, dan tata kelola untuk membasmi angka kemiskinan dari akar serta mencapai target pembangunan berkelanjutan

TATOLI

 

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!