Pemerintah luncurkan layanan komersial fibra optik untuk publik

DILI, 28 Juli 2026 (TATOLI)—Pemerintah melalui Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmao, secara resmi meluncurkan layanan fibra optik komersial untuk publik bagi operator telekomunikasi Telemor, Telkomsel, dan Timor Telekom (TT).
Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão menyatakan bahwa merupakan suatu kehormatan besar baginya untuk berpartisipasi dalam peluncuran komersial fibra optik Timor-Leste, mengingat hal ini sangat penting bagi pengembangan sistem telekomunikasi nasional Timor-Leste.
Kepala Pemerintah itu menyatakan bahwa Pemerintah telah mengambil langkah penting lainnya dengan dimulainya operasi komersial aset nasional yang berlokasi di lepas pantai Timor-Leste.
“Ini berarti negara kita tidak lagi terlalu bergantung pada koneksi satelit dan radio, yang biayanya mahal dan tidak dapat diandalkan,” ujar Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão di gedung CTL, E.P. Bebonuk, Selasa ini.
Ia menilai bahwa investasi ini akan menyediakan akses internet dengan kapasitas internasional terbesar serta menjadi landasan bagi layanan internet yang lebih cepat, lebih andal, dan lebih mudah diakses.
“Hal ini akan memperluas jangkauan layanan telekomunikasi, termasuk di wilayah perkotaan maupun masyarakat pedesaan kita,” ujar PM Xanana.
Namun, ia menyebutkan bahwa Timor-Leste masih menghadapi keterbatasan besar karena koneksi internasional negara ini sangat bergantung pada teknologi satelit dan radio.
Selain itu, layanan-layanan ini berbiaya sangat tinggi, memiliki kapasitas terbatas, serta dapat terpengaruh oleh kondisi cuaca dan gangguan lainnya.
“Itulah sebabnya Pemerintah memutuskan untuk berinvestasi pada kabel fibra optik bawah laut internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Goncalves Manetelu, mengatakan bahwa setelah melalui seluruh proses pengujian teknis dan verifikasi, pada tanggal 05 Juli 2026, tim teknis mengadakan konferensi video dengan para ahli di Australia. Dalam pertemuan tersebut, dipastikan bahwa sistem fibra optik bawah laut telah siap dan dapat memasuki tahap komersialisasi.
“Konfirmasi ini sangat penting karena harus memastikan bahwa seluruh sumber daya dan koneksi aman serta stabil. Kabel fibra optik merupakan infrastruktur vital, jika terjadi serangan atau gangguan, layanan internet bisa terdampak. Oleh karena itu, Pemerintah melakukan evaluasi dan pengujian secara ketat untuk menjamin keamanan dan keandalan sistem tersebut,” ujarnya.
Oleh sebab itu, ia menyampaikan bahwa setelah menerima konfirmasi teknis, pada tanggal 08 Juli 2026, Menteri Transportasi dan Komunikasi melaporkan kepada Dewan Menteri bahwa seluruh persiapan telah rampung dan sistem tersebut siap diluncurkan untuk tujuan komersialisasi.
Pasalnya, mulai tahun 2025, Pemerintah telah mulai menggunakan layanan kabel fibra optik untuk koneksi internet pemerintah, termasuk bagi kementerian dan instansi pemerintah di tingkat daerah. Pada awal tahun 2026, operator telekomunikasi juga akan mulai terhubung dengan infrastruktur baru ini.
“Investasi besar ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Timor-Leste. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik, namun kita juga perlu mempersiapkan kapasitas nasional dalam hal keamanan siber serta pencegahan kejahatan siber,” ujar Menteri Manetelu.
“Terkait kapasitas internet, bahwa kapasitas kabel mencapai 27 terabit dan kapasitas kabel kita sebesar 13,5 terabit, sementara kapasitas internet maksimum yang saat ini digunakan Timor-Leste hampir mencapai 40 gigabit. Ini berarti tersedia kapasitas cadangan,” katanya.

“Mengenai pasokan internet kepada operator telekomunikasi dan ISP (Penyedia Layanan Internet), hal itu bergantung pada pasar—tergantung pada seberapa besar volume pembelian yang diinginkan oleh operator tersebut. “Selama satu tahun, kami akan menjual kepada mereka dengan harga $17 karena adanya promosi diskon sebesar 50%,” ujarnya.
Kementerian Transportasi dan Komunikasi akan berfokus menyediakan konektivitas bagi lembaga pemerintah, kementerian, instansi administrasi publik, pemerintah daerah (kotamadya), pos administrasi, dan di masa mendatang, bagi semua desa.
“Otoritas Komunikasi Nasional (ANC) akan terus mengatur dan mengawasi operator telekomunikasi serta ISP guna memastikan bahwa layanan internet yang disediakan bagi masyarakat berkualitas baik, aman, dan memiliki harga yang kompetitif,” ujarnya.
Sementara itu, komersialisasi kabel fibra optik akan dikelola oleh perusahaan Cabos de Timor-Leste (CTL, E.P) dan Pemerintah sendiri tidak terjun langsung ke pasar komersial karena sistem telekomunikasi Timor-Leste telah diliberalisasi sesuai dengan undang-undang yang berlaku sejak tahun 2022.
Tim TATOLI

