DILI, 16 Maret 2026 (TATOLI)— Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Indonesia, melalui kunjungan Rektor Wiyatiningsih, bersama delegasi kampus, menggelar pertemuan dengan para alumni di Dili pada Minggu (15/03) malam guna mempererat hubungan sekaligus menjajaki peluang kerja sama pendidikan dengan pemerintah dan perguruan tinggi di Timor-Leste.
Delegasi UKDW yang hadir terdiri dari Rektor UKDW Wiyatiningsih, Wakil Rektor IV, Wahju Satria Wibowo,, Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Restyandito, serta Wakil Dekan III Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial (FBIS), Lucia Nurbani Kartika.
Dalam sambutannya, Wiyatiningsih menyampaikan rasa bahagia dapat berkunjung ke Timor-Leste dan bertemu langsung dengan para alumni yang kini berkontribusi di berbagai sektor pembangunan.
Ia mengatakan, saat pertama kali tiba di Dili, dirinya terkesan melihat perkembangan kota yang semakin tertata, terutama kawasan pesisir dan pelabuhan, yang menurutnya mencerminkan kemajuan pembangunan di negara tersebut.
“Saya sangat senang bisa datang ke Dili dan melihat langsung perkembangan kota ini. Ketika melihat tata kota dan kawasan pesisir yang indah, saya bahkan membayangkan mungkin ada kontribusi dari para lulusan UKDW, khususnya dari program studi arsitektur,” ujar Rektor UKDW dalam pertemuan yang diadakan di Restoran Nelayan Bidau, Dili.
Wiyatiningsih juga menyampaikan apresiasi kepada para alumni dari berbagai fakultas, termasuk arsitektur, biologi, informatika, teologi, ekonomi, dan bidang lainnya yang telah berperan dalam pembangunan di Timor-Leste.
Menurutnya, kehadiran alumni UKDW di berbagai sektor menunjukkan bahwa lulusan universitas tersebut mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa kunjungan delegasi UKDW ke Timor-Leste memiliki sejumlah agenda penting, termasuk menjajaki peluang kerja sama pendidikan dengan pemerintah dan perguruan tinggi di negara tersebut.
Delegasi UKDW dijadwalkan melakukan kunjungan kerja pada 16–17 Maret 2026 ke beberapa institusi, antara lain Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Kebudayaan Timor-Leste (Ministério do Ensino Superior, Ciência e Cultura), Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL), Universitas Katolik Timor-Leste (UCT), Institut Filosofi dan Teologi Timor-Leste (ISFIT), serta Universidade Dili (UNDIL).

Pertemuan tersebut bertujuan membahas peluang kerja sama akademik, termasuk kemungkinan program beasiswa antara pemerintah Timor-Leste dan UKDW, serta kolaborasi pengembangan program studi di berbagai bidang.
“Kami berharap melalui kunjungan ini UKDW bisa semakin dekat dengan para alumni di Timor-Leste. Dari pertemuan ini kami juga mengetahui bahwa alumni kami memiliki peran yang sangat besar di berbagai sektor, termasuk di pemerintahan,” jelasnya.
Ia memperkirakan jumlah alumni UKDW asal Timor-Leste yang saat ini berada di negara tersebut sekitar 100 orang, meskipun data resmi masih perlu diperbarui.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UKDW, Wahju Satria Wibowo, menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang telah menginisiasi pertemuan tersebut dan berharap hubungan antara alumni dan kampus dapat terus terjalin.
“Kami berharap para alumni di sini dapat ikut mempromosikan UKDW. Ke depan, keluarga alumni yang ingin melanjutkan studi di kampus kami juga akan mendapatkan potongan khusus,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, salah satu alumni UKDW yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Komite Pengarah 25 (Comité Orientador – CO25), Eugénia Urania da Costa Correia atau yang akrab disapa Zenny, menyampaikan harapan kerja sama antara UKDW dan institusi di Timor-Leste dapat terus berkembang.
“Kami sangat senang menyambut kedatangan Ibu Rektor dan tim di Timor-Leste. Walaupun kunjungan ini singkat, kami berharap dapat menghasilkan kerja sama jangka panjang, terutama di bidang akademik antara Timor-Leste dan UKDW,” katanya.
Usai kegiatan diskusi dan ramah tamah, sekitar 50 alumni yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut menyerahkan cendera mata khas Timor-Leste kepada delegasi UKDW berupa tais (kain tenun tradisional), kohe, kaebauk, serta kopi sebagai simbol persahabatan dan kenang-kenangan atas kunjungan tersebut.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




