iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Presiden Republik puji para pejuang yang tetap berada di garis depan pembangunan nasional

Presiden Republik puji para pejuang yang tetap berada di garis depan pembangunan nasional

Presiden Republik Jose Ramos Horta pada upacara peringatan Hari Veteran yang digelar di CCLN, Comoro, Dili, Selasa (03/03). Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 03 Maret 2026 (TATOLI) – Timor-Leste hari ini merayakan Hari Nasional Veteran  yang ke – IX. Dalam peringatan Hari Veteran tersebut, Presiden Republik, José Ramos-Horta, memberikan penghargaan dan memuji para pejuang pembebasan yang masih berada di garis depan demi pembangunan nasional negara ini.

Kepala Negara dalam pidatonya, pada peringatan Hari Veteran yang digelar di gedung Dewan Pejuang Pembebasan Nasional (CCLN), Comoro, Dili, Selasa ini, mengakui bahwa para veteran tetap berada di garis depan pembangunan nasional, mendorong tabungan yang diperlukan.

“Ini menunjukkan bahwa para veteran masih berada di garis depan pembangunan nasional, untuk mendorong simpanan yang diperlukan untuk membiayai proyek perumahan yang baru, serta mendorong bisnis dan investasi di bidang-bidang potensial di negara ini, seperti di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, industri, energi, dan jasa, untuk berinvestasi pada ekonomi hijau dan biru,” kata Kepala Negara dalam pidatonya.

Presiden Republik mengatakan bahwa semua orang tahu bahwa kekhawatiran yang sah masih ada, terkait pengakuan yang adil terhadap semua para veteran, keberlanjutan pensiun, penghargaan terhadap mereka yang memasuki masa pensiun, dan dukungan bagi keluarga serta generasi mendatang.

“Negara tetap berkomitmen untuk memastikan keadilan, transparansi, dan martabat bagi semua orang yang telah mengabdi kepada negara. Misi Anda tidak berakhir meraih kemerdekaan. Hari ini Anda adalah penjaga ingatan sejarah dan pilar stabilitas nasional. Anda adalah contoh nyata bahwa disiplin, organisasi, dan kesulitan dapat berubah menjadi kemenangan,” katanya.

Menurutnya, melalui peringatan ini perlu ada keberagaman dan terus menjadi kekayaan bagi Timor-Leste.

“Dengan rasa hormat yang mendalam dan rasa terima kasih yang abadi, saya katakan kepada Anda. Bangsa ini mengakui Anda. Bangsa ini menghormati Anda. Bangsa ini mengandalkan Anda,” ujar Presiden Ramos-Horta. 

Para veteran berpartisipasi dalam upacara peringatan peringatan Hari Veteran yang digelar di CCLN, Comoro, Dili, Selasa (03/03). Foto TATOLI/Antonio Daciparu

Perjuangan telah usai, sekarang berpikir bersama untuk pembangunan nasional 

Sementara itu, Manuel Soares “Funu Lakan”, sebagai seorang veteran, mengatakan bahwa peringatan hari ini adalah untuk mengenang kembali dengan perasaan sedih karena ia telah menyaksikan perjuangan untuk negara, tetapi dengan rasa sedih pula hasilnya adalah negara yang merdeka saat ini.

“Perjuangan kita telah berakhir. Kini perjuangan untuk pembangunan negara berada di tangan kaum muda, karena sekarang kita bebas, kita bisa melakukan segalanya. Tetapi, jika kaum muda tidak memanfaatkan kebebasan ini, masa depan kita akan hancur,” katanya kepada Tatoli, usai acara Peringatan Hari Veteran.

Ia mengatakan bahwa dari perjuangan yang telah mereka lakukan, Negara telah memberikan pengakuan Negara melalui medali dan subsidi. “Kurang lebih, ini sudah cukup, karena banyak dari kami yang meninggal di saat peperangan dan tidak mendapatkan apa-apa. Kami yang masih hidup telah mendapatkan sedikit atau banyak dari ini,” katanya.

Selain itu, Veteran Tito da Conceição Hornai “Todaho”, menggarisbawahi peringatan Hari Veteran ke- IX, kegembiraan bagi para veteran yang masih hidup karena mereka telah mengatasi situasi sulit, tetapi mengenang kembali dengan sedih karena banyak teman yang meninggal, jasad dan tulang mereka berserakan, namun tidak ditemukan.

“Subsidi yang kami terima berasal dari perjuangan yang kami perjuangkan, pengorbanan yang kami terima. Namun, saat ini banyak teman kami belum menerima hak mereka meskipun pengorbanan mereka telah berlalu, tetapi pengakuan belum diberikan,” katanya.

Sementara itu, Veteran Arnestina da Silva Martins, meminta kepada para generasi muda untuk terus melestarikan sejarah pembebasan nasional karena proses kemerdekaan bukan hanya kontribusi para veteran, tetapi juga impian rakyat Timor-Leste yang menginginkan kemerdekaan.

“Perang saat itu sangat sulit, karena kami tidak memiliki persenjataan lengkap untuk mempermudah perang melawan musuh, tetapi kami menggunakan paku, ranting, dan ketika kami membunuh musuh, kami mengambil senjata mereka untuk digunakan demi membebaskan negara kita,” kata veteran itu kepada Tatoli, usai acara Peringatan Hari Veteran.

Reporter : Osória Marques (Penerjemah : Armandina Moniz)

Editor : Xisto Freitas da Piedade

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!