DILI, 19 Desember 2025 (TATOLI)— Bank Dunia menegaskan dukungannya terhadap Pemerintah Timor-Leste dalam meningkatkan akses jalan, keselamatan, dan ketahanan iklim melalui Proyek Jalan Cabang Timor-Leste (Timor-Leste Branch Road Project/TLBRP), termasuk rehabilitasi jalan Gleno–Letefoho, kotamadya Ermera yang saat ini tengah dalam proses pengadaan.
Dalam wawancara daring dengan TATOLI, Perwakilan Bank Dunia di Timor-Leste, David Freedman, menjelaskan bahwa proses pengadaan proyek di segmen Gleno–Letefoho menerapkan kebijakan yang menekankan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
“Setelah kebijakan ini dipenuhi, Bank Dunia diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam memperkuat kapasitas pengadaan, memastikan nilai uang yang optimal, menjaga integritas, dan mencapai hasil pembangunan berkelanjutan,” kata David Freedman.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (MOP), Samuel Marçal, menyatakan proyek rehabilitasi jalan dari Gleno ke Letefoho di kotamadya Ermera saat ini masih dalam proses Komisi Pengadaan Nasional (CNA), dan menunggu tanggapan Bank Dunia sebelum dapat dilaksanakan.
Samuel Marçal mengakui, musim hujan saat ini membuat kondisi jalan semakin memprihatinkan. Jalan penghubung yang sebelumnya diaspal kini rusak parah, menyulitkan transportasi umum, dan memicu kekhawatiran masyarakat.
“Terkadang masyarakat mempertanyakan, melalui media sosial, bahwa MOP banyak bicara tapi tidak memperhatikan kondisi lapangan. Namun, MOP adalah pemilik proyek, sementara proses pengadaan melibatkan CNA dan kementerian lainnya,” jelas Samuel.
Ia menambahkan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan lapangan dan menemukan kondisi jalan sangat serius. “Masyarakat khawatir, saya juga khawatir. Ketika saya turun ke lokasi, kondisi jalan benar-benar memprihatinkan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, anggaran untuk Dewan Direksi Dana Infrastruktur tahun ini mencapai $310,75 juta dolar AS, sementara Dana Pinjaman sebesar $50,29 juta dolar AS. Pendanaan proyek pembangunan dan rehabilitasi jalan Glenu–Letefoho berasal dari Dana Pinjaman senilai $40 juta dolar AS.
Proyek ini menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi, sekaligus menjawab kebutuhan transportasi masyarakat Ermera yang selama ini menghadapi tantangan serius akibat kondisi jalan yang memburuk.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




