iklan

SOSIAL INKLUSIF

Natal 2025, Presiden Republik sampaikan kepedulian bagi narapidana di Gleno  

Natal 2025, Presiden Republik sampaikan kepedulian bagi narapidana di Gleno   

Kepresidenan Republik Timor-Leste dalam rangka merayakan Hari Raya Natal tahun 2025 melaksanakan aksi karitas bagi para narapidana di Pusat Penjara Gleno, Fatuquero, Kotamadya Ermera. Foto Tatoli/Cidalia Fátima

ERMERA, 16 Desember 2025 (TATOLI) — Kepresidenan Republik Timor-Leste dalam rangka merayakan Hari Raya Natal tahun 2025 melaksanakan aksi karitas bagi para narapidana di Pusat Penjara Gleno, Fatuquero, Kotamadya Ermera.

Aksi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program Unit Layanan Masyarakat Sipil dengan menyerahkan secara langsung sebanyak 110 paket Natal yang berisi kebutuhan pribadi, seperti selimut, pakaian, pasta gigi, deterjen, sabun, sampo, serta perlengkapan lainnya, termasuk fasilitas olahraga.

Direktur Jenderal Kepresidenan Republik, Aida Maria dos Santos, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan tidak memiliki nilai besar dari sisi materi, namun mengandung nilai moral dan kepedulian yang tinggi dari Presiden Republik, José Ramos Horta kepada para narapidana.

“Meskipun Presiden Republik tidak hadir secara langsung di tempat ini, namun kepedulian dan sukacita beliau hadir untuk menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Natal kepada kalian semua. Setiap tahun Presiden selalu melaksanakan program karitas bersama masyarakat sipil, dan program ini terus berlanjut hingga hari ini,” ujar Aida Maria dos Santos kepada para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Gleno, Selasa ini.

Di tempat yang sama, Penasihat Unit Layanan Masyarakat Sipil dan Urusan Sosial, Quintiliano Moniz, menyampaikan bahwa aksi karitas ini bukan semata-mata karena kebutuhan dasar, melainkan sebagai wujud kepedulian yang berasal dari Presiden Republik, José Ramos-Horta, dan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão.

“Kami hadir di sini untuk membawa tangan dan kaki Presiden Republik serta Perdana Menteri kepada Bapak dan Ibu sekalian. Meskipun tanpa mandat formal, namun hati mereka selalu terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Kepresidenan Republik, lanjutnya, akan terus melaksanakan aksi karitas di Pusta Penjara di Suai, Dili, serta panti asuhan di seluruh wilayah Timor-Leste.

Menyampaikan pesan Presiden Republik, penasihat tersebut juga meminta para narapidana agar tidak kehilangan harapan, karena setiap orang tidak luput dari kesalahan, dan diharapkan setelah keluar dari penjara dapat membawa perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Direktur Pusat Penjara Gleno, Cristiano Salsinha, dalam wawancara menyampaikan apresiasi atas aksi karitas tersebut, karena Presiden Republik tidak melupakan warga binaan yang berada di balik jeruji besi.

“Aksi karitas ini tidak hanya melihat masyarakat di luar, tetapi juga memperhatikan mereka yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Hal ini sangat kami hargai,” kata Cristiano.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah narapidana di Penjara Gleno sebanyak 97 orang, yang terdiri dari 20 perempuan dan 77 laki-laki. Selain itu, terdapat tiga bayi (dua perempuan dan satu laki-laki), serta empat warga negara asing (tiga perempuan dan satu laki-laki).

Menurutnya, berdasarkan ketentuan hukum, ketiga bayi tersebut masih harus tinggal di dalam penjara bersama ibunya hingga berusia dua tahun, karena masih membutuhkan perawatan dan perhatian khusus dari sang ibu.

“Kami memberikan perhatian khusus kepada anak-anak ini karena mereka tidak bersalah. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan instansi terkait, termasuk sektor kesehatan, untuk memastikan perawatan mereka,” jelasnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan pada hari ini tidak hanya dilihat dari sisi barang, tetapi juga dari nilai aksi karitas yang disampaikan Presiden Republik melalui penasihat dan Direktur Jenderal, karena solidaritas tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar bagi para narapidana.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!