UPF – TNI perkuat keamanan perbatasan melalui patroli gabungan di Oe-cusse

OE-CUSSE, 13 Desember 2025 (TATOLI) – Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) melalui Unit Patroli Perbatasan (UPF) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD), melalui Patroli Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas-Pamtas) Sektor Barat, melakukan patroli gabungan di perbatasan Napan dan Kecamatan Oésilo, Desa Bobometo, Daerah Administratif Spesial Oe-Cusse Ambeno (RAEOA).
Komandan UPF, Kepala Kepolisian Euclides Belo, menyampaikan patroli gabungan ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu mengamati kondisi pilar dan papan pengumuman di perbatasan, memperkuat koordinasi, serta menjamin keamanan masyarakat di wilayah perbatasan.
Euclides Belo menggarisbawahi tujuan pertama, yaitu melihat kondisi pilar dan papan pengumuman yang telah dipasang di garis perbatasan kedua negara. Mengingat musim hujan dan pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung, perlu dipastikan bahwa pilar dan papan pengumuman tidak berubah. Namun, setelah mengamati secara fisik keempat pilar tersebut, kondisinya dinyatakan terjamin.
Tujuan kedua, patroli koordinasi ini dapat memperkuat hubungan baik antara UPF dan TNI. Hubungan baik tidak hanya melalui komunikasi, tetapi juga harus ditunjukkan melalui praktik di lapangan bahwa sinergi TNI dan UPF benar-benar terjalin.
Tujuan ketiga adalah untuk memastikan masyarakat di garis perbatasan tidak melanggar aturan negara, karena terdapat pilar dan papan peringatan sebagai penanda bahwa setiap orang harus menghormati kedaulatan negara.
“Oleh karena itu, sebagai Komandan UPF, saya berterima kasih atas kesediaan Komandan TNI Satgas-Pamtas yang siap bekerja sama kapan saja. Saya berterima kasih atas dukungan mereka,” katanya di perbatasan Oésilo.
Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas-Pamtas) Sektor Barat, Letnan Kolonel TNI Arh Endis Fahrul Rizal, menegaskan bahwa patroli bersama sangat penting untuk menjamin keamanan kedua negara di sepanjang wilayah perbatasan.
“Hari ini, kami bersama UPF melakukan patroli bersama rutin. Kami melanjutkan kegiatan sebelumnya di Wini. Hari ini, kami melakukan patroli bersama di wilayah Napan dan berhasil mengidentifikasi kondisi pilar-pilar di tiga titik. Seperti yang kita ketahui, ini adalah perbatasan yang telah ditetapkan antara kedua negara, dan UPF bertugas menjaga keamanan di garis perbatasan,” ucapnya.
Sementara itu, total pilar di sektor barat antara Timor-Leste dan Indonesia, mulai dari perbatasan Wini–Sakato, Oésilo dan Pássabe hingga Naktuka–Oépoli, berjumlah 585.
Reporter : Abílio Elo Nini
Editor : Armandina Moniz

