LIQUIÇÁ, 20 November 2025 (TATOLI)–Program Teknisi Pariwisata Komunitas dan Budaya atau Técnico de Turismo Comunitário e Cultural (TTCC) Level III resmi diakhiri di Pusat Pelatihan Ketenagakerjaan dan Kejuruan Nasional (CNEFP) Tibar, Liquiçá.
Penutupan ini menandai pencapaian penting bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan sektor pariwisata berbasis komunitas di Timor-Leste, yang didukung oleh Uni Eropa dan Portugal melalui proyek Pro Cultura.
Dalam sambutannya, Duta Besar Portugal di Timor-Leste, Duarte Alves, menekankan peran strategis TTCC dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu mengembangkan pariwisata diferensial, eksklusif, dan berkelanjutan.
Ia akui pentingnya Timor-Leste merancang model pariwisata yang menonjolkan kekayaan alam dan budaya, menawarkan pengalaman autentik seperti trekking, wisata alam, olahraga air, dan wisata budaya yang inovatif bagi pengunjung internasional.
“Penutupan hari ini merayakan 15 lulusan TTCC yang menerima sertifikat mereka, mencontohkan keberhasilan kerja sama Portugal dan Uni Eropa dalam membangun kapasitas SDM untuk masa depan Timor-Leste,” kata Dubes Portugal di Tibar, Kamis ini.
Berita terkait : 251 peserta selesaikan pelatihan kejuruan, siap hadapi tantangan pasar ASEAN
Diplomat itu pun menegaskan komitmen Portugal untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia sebagai pilar utama hubungan bilateral kedua negara.
Sementara itu, Kuasa Usaha Uni Eropa di Timor-Leste, Christoph Sorg, menekankan bahwa program TTCC menjadi langkah penting dalam pemberdayaan generasi muda dan penguatan budaya serta pariwisata nasional.
Program ini telah membuka peluang kerja bagi enam lulusan, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam membekali peserta dengan kompetensi profesional.
Ia menambahkan bahwa dedikasi dan komitmen terhadap pelatihan sangat penting untuk memastikan Timor-Leste memiliki tenaga kerja berkualitas yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Pembaruan program secara terus-menerus menunjukkan kemampuan inovasi CNEFP dan respons terhadap kebutuhan pasar, terutama dalam diversifikasi ekonomi,” ujarnya.
Proyek Pro Cultura, yang didanai bersama oleh Uni Eropa, akan diselesaikan pada akhir tahun ini setelah enam tahun pelaksanaan. Fase kedua proyek dijadwalkan pada 2026, dengan tujuan memperkuat hasil yang dicapai, meningkatkan kapasitas teknis dan profesional, mendukung penyebaran produk budaya, serta mendorong mobilitas seniman di tingkat regional, Eropa, dan internasional.
“Kita berinvestasi pada generasi muda, bukan hanya untuk masa depan profesional mereka, tetapi juga untuk masa depan Timor-Leste. Dengan pengetahuan dan kualifikasi, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih dinamis, kreatif, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua mitra yang terlibat, khususnya Instituto Camões dan CNEFP Tibar, atas dukungan berkelanjutan bagi pelatihan profesional, pengembangan pemuda, dan pelestarian budaya di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




