LIQUIÇÁ, 20 November 2025 (TATOLI)–Sebanyak 251 peserta resmi menyelesaikan pelatihan kejuruan di Pusat Pelatihan Ketenagakerjaan dan Kejuruan Nasional (CNEFP) di Tibar, Likisá, melalui upacara penutupan yang berlangsung pada Kamis pagi. Upacara tersebut juga disertai pembukaan program pelatihan baru untuk tahun pelatihan mendatang.
Pelatihan yang ditutup meliputi Konstruksi Umum Level I, II, dan III; Pertanian Level I dan II; Peternakan Level II; Pelatihan Dasar Keselamatan Maritim untuk Nelayan; serta Teknisi Pariwisata Komunitas dan Budaya (TTCC) Level III yang didukung Uni Eropa dan Portugal melalui Camões. Sementara itu, pelatihan baru yang dibuka mencakup Konstruksi Umum, Pertanian, Perhotelan Level I Reguler, Teknik Batu Bata, Plumbing, dan Kelistrikan Level III.
Direktur CNEFP, José Simão Tito Barreto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, khususnya Kantor Wakil Perdana Menteri dan kementerian terkait. Ia menyebut pelatihan Peternakan dan Pariwisata sebagai program istimewa yang baru mulai dilaksanakan tahun ini.
“Kepada saudara-saudara yang baru lulus, selamat karena dunia kerja sudah menunggu kalian. Jika ada kesulitan, mari kita tunjukkan potensi yang lebih baik agar kita dapat bertanggung jawab dalam partisipasi kita. Dunia kerja sudah menunggu kalian,” ujarnya.
Berita terkait : 250 Guru akan dibekali pelatihan profesional dari INFORDEPE – ISJB
Ia juga menyambut peserta baru yang akan memulai pelatihan, sambil menekankan pentingnya komitmen.
“Ini bukan untuk semua orang. Mempersiapkan diri dengan baik adalah metode yang lebih baik daripada hanya pergi ke suatu tempat,” tambahnya.
Kuasa Usaha Uni Eropa di Timor-Leste, Christoph Sorg, menyampaikan kebanggaannya dapat hadir dalam momen penutupan program TTCC yang dianggapnya sangat penting bagi penguatan budaya dan pariwisata nasional.
“Pariwisata merupakan alat ampuh untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan warisan budaya. Pariwisata berbasis masyarakat dan budaya menciptakan lapangan kerja dan peluang kewirausahaan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan enam lulusan TTCC telah memperoleh pekerjaan, menunjukkan efektivitas program tersebut. Ia juga menegaskan komitmen Uni Eropa untuk melanjutkan dukungan melalui fase kedua proyek Pro Cultura pada 2026.
Koordinator Umum di Kementerian Kordinator Urusan Ekonomi (MCAE), Jorge Rui de Carvalho Martins, menekankan peran strategis pelatihan vokasional bagi kesiapan tenaga kerja Timor-Leste memasuki pasar regional dan global.
“Tantangan besar akan kita hadapi dalam persaingan pasar ASEAN yang semakin ketat. Jika kita tidak memiliki tenaga kerja dengan kapasitas vokasional memadai, saya yakin kita tidak akan mampu berbuat apa-apa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelatihan seperti yang diberikan CNEFP merupakan instrumen penting untuk menyiapkan perempuan dan laki-laki muda Timor-Leste agar mampu bersaing di pasar global WTO dan kawasan ASEAN.
Dalam total 251 lulusan tersebut, CNEFP merinci bahwa pada Konstruksi Umum Tingkat I terdapat 63 lulusan, terdiri dari 50 laki-laki dan 13 perempuan. Sementara Konstruksi Umum Tingkat II meluluskan 60 peserta, juga dengan komposisi 50 laki-laki dan 13 perempuan. Untuk Pertanian Tingkat I, sebanyak 20 peserta lulus, terdiri dari 9 laki-laki dan 11 perempuan.
Pada pelatihan tingkat III, Batu Bata meluluskan 6 peserta (4 laki-laki dan 2 perempuan), Ketenagalistrikan meluluskan 9 peserta (7 laki-laki dan 2 perempuan), Pengelasan juga 9 peserta (8 laki-laki dan 1 perempuan), serta Perpipaan sebanyak 9 peserta (5 laki-laki dan 4 perempuan).
Untuk Pertanian Tingkat II, lulus 20 peserta, dengan 9 laki-laki dan 11 perempuan, sedangkan Peternakan Tingkat II meluluskan 9 peserta (2 laki-laki dan 7 perempuan). Pada Pelatihan Dasar Keselamatan Maritim untuk Nelayan, tercatat 31 lulusan, terdiri dari 19 laki-laki dan 12 perempuan. Sementara itu, kategori Teknisi Pariwisata Masyarakat dan Budaya Tingkat III meluluskan 15 peserta, dengan komposisi 3 laki-laki dan 12 perempuan.
Upacara tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar Portugal untuk Timor-Leste, Direktur Nasional INDMO Isabel Fernandes de Lima, serta Sekretaris Negara Peternakan, Valentino Varela serta para mitra pembagunan dari indsutri terkait.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




