DILI, 17 Juni 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, José Ramos-Horta, mempertanyakan kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif administrasi atau pajak di sektor transportasi darat pada saat masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga bahan bakar dan ketidakpastian ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan Ramos-Horta kepada wartawan di Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Dili, setelah kembali dari kunjungan kenegaraan ke Malaysia, saat dimintai tanggapan mengenai penerapan tarif administrasi baru oleh Direktorat Nasional Transportasi Darat (DNTT).
Menurut Presiden Republik, dalam prinsip kebijakan ekonomi, pemerintah umumnya tidak menaikkan pajak atau tarif ketika negara maupun dunia sedang menghadapi krisis energi dan kenaikan harga minyak.
“Saya mengetahui satu prinsip dalam kebijakan ekonomi, yaitu ketika sebuah negara atau dunia sedang berada dalam krisis energi dan harga minyak terus meningkat, itu bukanlah waktu yang tepat untuk menaikkan tarif. Karena itu saya kurang memahami kebijakan tersebut,” kata Ramos-Horta.
Ia mengibaratkan kebijakan tersebut seperti menaikkan biaya pajak rumah atau harga bahan bangunan ketika masyarakat sedang menghadapi bencana alam.
“Seperti ketika terjadi gempa bumi, lalu orang menaikkan harga pajak rumah atau harga semen dan bahan bangunan lainnya. Saya kurang memahami logika seperti itu,” ujarnya.
Meski demikian, Ramos-Horta menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dan ia menghormati para pembuat kebijakan.
“Saya bukan pemerintah. Orang-orang pintar ada di dalam pemerintahan. Saya hanya seseorang dengan pengalaman panjang yang menyampaikan pandangan,” katanya.
Presiden Ramos-Horta menilai tekanan terhadap ekonomi global masih akan berlanjut karena harga minyak dunia diperkirakan terus meningkat, sementara fenomena iklim El Niño yang diprediksi mulai terjadi pada Juli mendatang berpotensi memperburuk kondisi pangan dan ekonomi.
“Harga minyak akan terus naik. Untuk mengubah situasi ini juga membutuhkan waktu yang lama. Ditambah lagi El Niño yang diperkirakan mulai pada Juli dan disebut sebagai salah satu yang terburuk dalam satu abad terakhir. Karena itu saya tidak melihat ini sebagai waktu yang tepat untuk menaikkan tarif,” ujarnya.
Sebaliknya, Ramos-Horta mendorong pemerintah untuk memberikan berbagai insentif guna membantu masyarakat dan dunia usaha menghadapi kenaikan biaya hidup.
Ia menambahkan bahwa secara umum pemerintah biasanya memilih waktu yang tepat untuk menaikkan pajak atau tarif, bukan ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
“Saya bingung karena biasanya seorang pengambil kebijakan melihat momentum yang tepat untuk menaikkan pajak atau tarif. Bukan ketika masyarakat sedang menghadapi berbagai tekanan,” kata Presiden Republik.
Pernyataan Kepala Negara tersebut muncul setelah DNTT mengumumkan pemberlakuan tarif administrasi baru berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2026 tentang tarif administrasi sektor transportasi darat yang mulai diterapkan pada 10 Juni 2026.
Sebelumnya Direktur Nasional Transportasi Darat, Maria Antónia Vitór da Costa, sebelumnya menjelaskan bahwa tarif baru tersebut terutama akan dikenakan kepada pemilik kendaraan yang dokumen inspeksi kendaraannya telah melewati masa berlaku.
“Kami sudah mengumumkan pemberitahuan terkait tarif administrasi ini. Apabila dokumen inspeksi kendaraan telah melewati batas waktu yang ditentukan, pemilik kendaraan akan dikenakan biaya dua kali lipat,” kata Maria Antónia kepada wartawan di Gedung Multi Usos GMN, Dili, pada awal Juni lalu.
Ia menegaskan bahwa pemilik kendaraan yang melakukan inspeksi sesuai jadwal dan masih dalam masa berlaku dokumen akan tetap membayar tarif normal sebagaimana diatur dalam undang-undang tersebut.
Berdasarkan ketentuan baru, tarif administrasi untuk berbagai layanan mengalami penyesuaian. Untuk penerbitan pelat nomor definitif kendaraan berat dengan gandengan dikenakan biaya US$30, kendaraan ringan US$30, sepeda motor US$20, kendaraan pertanian US$30, dan kendaraan bermotor lainnya US$30.
Sementara itu, pelat nomor sementara dikenakan tarif antara US$15 hingga US$20 tergantung jenis kendaraan. Tarif juga diberlakukan untuk perubahan pelat nomor, sertifikat registrasi kendaraan, penggantian nama pemilik, penggantian pelat nomor yang hilang, registrasi fakta kendaraan, hingga penerbitan sertifikat kepemilikan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




