DILI, 16 Juni 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste terus mempercepat modernisasi sistem kepabeanan dan fasilitasi perdagangan sebagai bagian dari persiapan menuju integrasi penuh ke dalam Komunitas Ekonomi ASEAN. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam Seminar Fasilitasi Perdagangan dan Modernisasi Bea Cukai yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), Dili, hingga 18 Juni mendatang.
Seminar yang diselenggarakan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) bersama MNEC melalui Proyek JICA-ASEAN, bekerja sama dengan Pemerintah Laos, membahas berbagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi perdagangan, termasuk implementasi Janela Única Nacional (JUN) atau Jendela Tunggal Nasional yang dirancang untuk terhubung dengan ASEAN Single Window (ASW).
Jendela Tunggal Nasional merupakan platform elektronik yang dikembangkan Pemerintah Timor-Leste guna menyederhanakan, mempercepat, dan mendigitalisasi proses impor, ekspor, serta transit barang. Sistem tersebut beroperasi secara terintegrasi dengan ASYCUDA World, yang dikelola oleh Otoritas Bea Cukai.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan dan Industri, Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan, layanan Migrasi dan Pengendalian Perbatasan, otoritas pelabuhan dan bandar udara, serta instansi lain yang terlibat dalam sistem Jendela Tunggal Nasional.
Direktur Jenderal Sementara Urusan ASEAN MNEC, Ralyana Ribeiro, mengatakan bahwa modernisasi kepabeanan merupakan salah satu prioritas yang tercantum dalam Peta Jalan Implementasi Komunitas Ekonomi ASEAN dan memiliki peran penting dalam memperkuat integrasi regional serta mendukung pembangunan ekonomi nasional.
“Seiring langkah Timor-Leste menuju partisipasi penuh dalam Komunitas Ekonomi ASEAN, modernisasi kepabeanan bukan hanya reformasi teknis, tetapi juga investasi strategis bagi masa depan ekonomi negara,” ujar Ribeiro.
Menurutnya, prosedur kepabeanan yang efisien, digitalisasi layanan perdagangan, dan koordinasi yang efektif antarinstansi perbatasan sangat penting untuk menurunkan biaya aktivitas ekonomi, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing Timor-Leste di pasar regional dan internasional.
Sementara itu, Penasihat Utama Proyek JICA-ASEAN, Yuji Ono, menegaskan bahwa fasilitasi perdagangan merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengurangan waktu tunggu di perbatasan dan biaya transaksi perdagangan.
Ia menambahkan bahwa modernisasi layanan kepabeanan dan implementasi Jendela Tunggal Nasional menjadi langkah fundamental agar Timor-Leste dapat memanfaatkan secara optimal peluang yang tersedia dalam integrasi ekonomi ASEAN.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Jepang di Timor-Leste, Sakai Yuki, yang menekankan bahwa penguatan administrasi kepabeanan merupakan prioritas strategis bagi negara ini, terutama mengingat potensi peningkatan arus perdagangan setelah Timor-Leste menjadi anggota penuh ASEAN.
Di sisi lain, Komisaris Otoritas Bea Cukai, Joanico Pinto, menegaskan bahwa integrasi Jendela Tunggal Nasional dengan ASEAN Single Window merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
“Integrasi Jendela Tunggal Nasional ke dalam Jendela Tunggal ASEAN bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” katanya.
Joanico mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait koordinasi antarinstansi dan tumpang tindih prosedur inspeksi di perbatasan. Namun demikian, ia optimistis pengalaman Laos dalam mengembangkan sistem serupa dapat menjadi referensi penting bagi Timor-Leste untuk mempercepat reformasi kepabeanan dan meningkatkan efisiensi layanan publik yang berkaitan dengan perdagangan internasional.
Selama tiga hari seminar, para peserta akan membahas berbagai isu strategis, termasuk tantangan implementasi Jendela Tunggal Nasional, koordinasi antarinstansi pemerintah, manajemen risiko, upaya pemberantasan penyelundupan, serta praktik-praktik terbaik yang diterapkan Laos dalam modernisasi layanan kepabeanan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Timor-Leste berharap dapat memperkuat kapasitas teknis aparatur negara dalam mendukung modernisasi perdagangan dan mempercepat kesiapan nasional menghadapi integrasi penuh ke dalam Komunitas Ekonomi ASEAN.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




