iklan

EKONOMI

Rupiah tembus rekor terendah terhadap dolar AS, lampaui level 18.000   

Rupiah tembus rekor terendah terhadap dolar AS, lampaui level 18.000   

Foto Antaranews

DILI, 04 Juni 2026 (TATOLI) – Nilai tukar rupiah Indonesia kembali mencatat rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menembus batas psikologis baru di level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat di tengah lonjakan harga energi global dan tekanan ekonomi eksternal yang terus meningkat.

Dikutip dari Aljazeera, rupiah pada Kamis (4/6/2026) sempat menyentuh level Rp18.028 per dolar AS, menjadi titik terlemah sepanjang sejarah mata uang Indonesia terhadap dolar AS. Pelemahan ini terjadi meskipun Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh menguatnya dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia yang meningkatkan kekhawatiran investor terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut mendorong investor mengalihkan aset mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Dalam beberapa pekan terakhir, Bank Indonesia telah meningkatkan intervensi di pasar valuta asing dan menerapkan sejumlah kebijakan moneter guna menahan laju pelemahan rupiah. Bank sentral juga menaikkan suku bunga acuan untuk mendukung stabilitas mata uang dan mengendalikan inflasi.

Data pasar menunjukkan bahwa tren pelemahan rupiah telah berlangsung sejak awal tahun. Pada April lalu, mata uang Indonesia sempat menyentuh level Rp17.090 per dolar AS sebelum terus melemah hingga melampaui Rp17.500 pada Mei dan kini menembus Rp18.000 per dolar AS.

Analis menilai pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor, terutama untuk bahan bakar, pangan, dan bahan baku industri. Kondisi tersebut juga dapat memberikan tekanan terhadap inflasi domestik apabila berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama.

Meski demikian, otoritas moneter Indonesia menegaskan akan terus menggunakan berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan mengurangi volatilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Sebelumnya, rupiah telah beberapa kali mencetak rekor terendah sepanjang tahun 2026, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, kenaikan harga energi, dan perubahan sentimen investor terhadap pasar negara berkembang.

 TATOLI kutip dari Aljazeera

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!