iklan

SOSIAL INKLUSIF

Rakom Balibo hadir sebagai suara baru di wilayah perbatasan TL dan Indonesia

Rakom Balibo hadir sebagai suara baru di wilayah perbatasan TL dan Indonesia

Pemerintah melalui Sekretaris Negara untuk Komunikasi Sosial, Expedito Dias Ximenes, resmi meluncurkan Radio Komunitas (Rakom) Fronteira - Balibo Five di Kotamadya Bobonaro. Foto Tatoli/Sergio da Cruz

BOBONARO, 15 Oktober 2025 (TATOLI) – Pemerintah melalui Sekretaris Negara untuk Komunikasi Sosial (SEKOMS), Expedito Dias Ximenes, resmi meluncurkan Radio Komunitas (Rakom) Fronteira – Balibo Five di Kotamadya Bobonaro, dengan tema “Suara untuk Perbatasan: Bersama Membangun Perdamaian melalui Informasi”.

Peluncuran ini menjadi bagian dari peringatan 50 tahun Tragedi Balibo Five dan peringatan ke-III Hari Kebebasan Pers Balibo, sebagai simbol penghormatan terhadap lima jurnalis asing yang gugur di Balibo pada tahun 1975.

“Kita semua tahu bahwa lima jurnalis itu telah meninggalkan pekerjaan dan keluarga mereka dengan pengorbanan besar demi membela kebenaran dan kebebasan kita. Karena itu, gedung ini kita namakan Rakom Fronteira – Balibo Five,” ujar Sekretaris Negara SEKOMS, Expedito Dias Ximenes dalam sambutannya, Rabu ini.

Expedito menegaskan, saat ini terdapat 22 stasiun Rakom di seluruh Timor-Leste. Menurutnya, pendirian Radio Fronteira menjadi bagian dari prioritas pemerintah dalam pengembangan media lokal, karena radio dianggap sebagai garda terdepan penyebaran informasi dari masyarakat dan untuk masyarakat.

Ia juga mengimbau agar pengelola dan jurnalis radio memfokuskan 60% liputannya pada kegiatan masyarakat, seperti pertanian, olahraga, budaya, dan kreativitas lokal.

“Radio ini tidak boleh menjadi alat propaganda. Tujuan utama radio komunitas adalah mengikuti kehidupan masyarakat, termasuk saat seorang petani sedang menunggu sapinya di ladang,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Pemerintah Kotamadya Bobonaro, Júlio Carvalho Caerro, menyampaikan apresiasi atas kehadiran radio tersebut yang akan memperkuat penyebaran informasi di wilayah perbatasan.

“Kami, warga Balibo, akan memanfaatkan radio ini dengan baik, tidak untuk kegiatan politik, tetapi untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Dilain pihak, Kepala Dearah Administratif Balibo, Casimiro Soares, menyatakan rasa syukurnya karena harapan masyarakat Balibo untuk memiliki radio komunitas sendiri akhirnya terwujud.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah karena telah mendengarkan aspirasi masyarakat Balibo. Setelah bertahun-tahun mengajukan proposal, kini radio ini hadir di tengah kami,” ujarnya.

Manajer Rakom Fronteira, Samuel dos Santos Soares, menjelaskan bahwa frekuensi siaran radio ini menjangkau Daerah Administratif Balibo dan Mota-Ain, hingga ke Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Rakom Fonteira memiliki berbagai program yang didedikasikan untuk musik pilihan masyarakat, serta program bertema pertanian, budaya, kreativitas pemuda, peran perempuan, kesehatan, dan pelestarian tradisi lokal.

“Radio ini milik komunitas, dari komunitas, untuk komunitas, dan kembali kepada komunitas. Tujuannya adalah menyuarakan mereka yang tidak bersuara, agar suara masyarakat dapat didengar oleh kementerian terkait,” ungkap Samuel.

Acara  peluncuran juga dihadiri oleh Ketua Direksi Direksi Kantor Berita Timor-Leste (TATOLI, IP), Noemio Mateus Falcão, Ketua Dewan Direksi RTTL, EP, Elizeu Isaac Fernandes, Dewan Pers, serta para jurnalis radio komunitas dan perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!