OE-CUSSE, 09 Oktober 2025 (TATOLI) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional OXFAM di Timor-Leste berduka atas kepergian seorang pemimpin yang berdedikasi dan mitra yang kuat, Direktur LSM Binibu Faef Nome (BIFANO), Jacinto Mala, yang telah kembali berpulang ke pangkuan Tuhan.
Dalam siaran pers yang diakses oleh TATOLI, pada Kamis (09/10), melalui situs web resmi OXFAM Timor-Leste, menyampaikan ungkapan duka cita atas kepergian seorang pemimpin yang berdedikasi dan mitra tangguh yang bekerja untuk memajukan keadilan sosial dan ekonomi bagi rakyat Timor-Leste, khususnya masyarakat di Daerah Administratif Khusus Oe-cusse-Ambeno (RAEOA).
“OXFAM di Timor-Leste turut berduka cita atas kepergian Bapak Jacinto Mala, Direktur BIFANO, yang telah berpulang ke pangkuan Tuhan di Tanah Suci. OXFAM sangat berduka atas kehilangan seorang pemimpin yang berdedikasi dan mitra tangguh yang telah berjuang untuk memajukan keadilan sosial dan ekonomi bagi rakyat Timor-Leste, khususnya masyarakat Oe-cusse,” demikian pernyataan situs web resmi OXFAM Timor-Leste yang diakses oleh TATOLI, Kamis ini.
Dalam siaran pers tersebut ditegaskan bahwa komitmen Bapak Jacinto yang tak kenal lelah dalam memberdayakan masyarakat pedesaan dan mendorong pembangunan inklusif telah meninggalkan warisan yang berdampak besar dan akan terus menginspirasi banyak pihak.
“Belasungkawa terdalam kami kepada keluarga, rekan kerja, dan seluruh sahabat di BIFANO selama masa sulit ini. Semoga jiwa beliau beristirahat dalam damai, dan semoga visi beliau tetap hidup melalui karya yang telah beliau dirikan. Beristirahatlah dalam damai, Saudara Jacinto Mala. BIFANO akan selalu mengenangmu,” pungkas pernyataan tersebut.
Batista Sombai Caunan, selaku anggota keluarga Mendiang, menyampaikan rasa duka mendalam karena Jacinto Mala meninggal secara misterius saat menghadiri upacara adat keluarga di Desa Nipani, Pante Makasar.
“Kami sekeluarga belum siap menerima kenyataan ini, tapi Tuhan yang menentukan. Semoga perjalanannya lancar,” ujarnya.
Direktur LSM Binibu Faef Nome (BIFANO), Jacinto Mala, meninggal dunia secara misterius pada usia 50 tahun, pada Senin malam, 06 Oktober 2025, setelah menghadiri upacara adat malam persiapan pernikahan keluarganya di Desa Nipani, Wilayah Administratif Pante Makasar, Oe-cusse-Ambeno (RAEOA).
Mendiang Jacinto Mala lahir di Desa Pune, Subwilayah Usitasa’e, Oesilo, pada 15 Agustus 1975, dan meninggal pada 06 Oktober 2025 sekitar pukul 11.30 malam. Ia meninggalkan istri, Anita da Conçeição, serta enam orang anak, lima perempuan dan seorang laki-laki yang masih bersekolah di KAFE Oe-cusse.
Reporter : Abílio Elo Nini
Editor : Armandina Moniz




