Mulai Oktober, anggaran tunjangan pensiun seumur hidup kembali ke kas negara

DILI, 30 September 2025 (TATOLI)— Pemerintah melalui Menteri Keuangan, Santina Cardoso, menyatakan bahwa sebagian anggaran tunjungan Pensiun Bulanan Seumur Hidup (Pensão mensal vitalícia) yang setiap tahunnya dialokasikan untuk mantan pejabat dari total sebesar US$5 juta akan kembali kas negara mulai Oktober 2025.
Kebijakan ini menyusul langkah Presiden Republik, José Ramos-Horta yang pada 29 September 2025 yang telah mengesahkan Undang-Undang nomor 11/VI (3a) tentang pencabutan tunjungan Pensiun Bulanan Seumur Hidup (Pensão mensal vitalícia) bagi Anggota Parlemen Nasional, dan Mantan Pejabat Badan Kedaulatan negara beserta langkah-langkah lainnya.
“Memang benar kemarin Presiden Republik baru saja mengesahkan undang-undang tentang pensiun seumur hidup bulanan. Karena itu, anggaran yang kita ajukan harus dicatat, sehingga hari ini telah kami serahkan kepada Dewan Menteri,” ujar Menteri Keuangan itu di kantor pemerintah, Selasa ini.
Parlemen Nasional sebelumnya secara bulat menyetujui Rancangan Undang-Undang No. 11/VI (3a) tentang pencabutan tunjangan pensiun bulanan seumur hidup. Dalam voting pada 25 September, sebanyak 61 anggota mendukung tanpa penolakan atau abstain, dan sehari setelahnya 62 anggota kembali menyetujui pasal-pasalnya satu per satu.
Undang-undang baru ini tidak hanya menghapus pensiun seumur hidup bagi mantan Presiden, Perdana Menteri, menteri kabinet, dan anggota Parlemen Nasional, tetapi juga mencabut fasilitas tambahan berupa kendaraan dinas, rumah dinas, pengawal, bahan bakar, dan dukungan logistik.
Menteri Santina menegaskan, meski anggaran tunjangan pensiun bulanan seumur hidup sekitar US$5 juta per tahun tetap tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, penggunaannya akan ditentukan oleh Parlemen Nasional.
“Anggaran ini harus kembali diajukan ke Parlemen Nasional. Terserah mereka memutuskan apakah dialokasikan kembali ke sektor lain atau dikurangi,” jelasnya.
Dengan kebijakan ini, Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengikuti aturan baru dan tidak lagi melakukan transfer kepada para penerima.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

