iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Peringati Hari Jajak Pendapat, Don Virgílio meminta para pemimpin menunjukkan persatuan

Peringati Hari Jajak Pendapat, Don Virgílio meminta para pemimpin menunjukkan persatuan

Uskup Agung Metropolitan Dili, Dom Virgílio Kardinal do Carmo da Silva. Foto Tatoli/António Daciparu

DILI, 30 Agustus 2025 (TATOLI)—Uskup Agung Keuskupan Agung Metropolitan Dili, Don Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, meminta para pemimpin untuk terus bersatu dalam menciptakan persatuan demi pembangunan bangsa.

“Persatuan harus dimulai dari para pemimpin, partai politik, keluarga, hingga masyarakat, bersama-sama dengan hati yang tenang melihat diri sendiri dan kehidupan, serta apa yang dapat kita sumbangkan demi bangsa ini. Karena melalui persatuanlah kita dapat mencapai perdamaian dan pembangunan. Saya meminta para pemimpin untuk senantiasa bersatu dalam membangun persatuan bagi pembangunan bangsa,” kata Kardinal Virgílio di Bandara Udara Internasional Presiden Nicolau Lobato, usai menyerahkan Salib OMK (Orang Muda Katolik) Sedunia kepada Delegasi Korea, Sabtu (30/08).

Menurut Uskup Agung, tercapainya hak menentukan nasib sendiri bukanlah hasil dari usaha satu orang, melainkan kontribusi bersama seluruh rakyat.

Ia menegaskan bahwa Jajak Pendapat merupakan hari penting bagi bangsa Timor-Leste, karena pada hari itu rakyat dengan penuh keberanian memilih jalan penentuan nasib sendiri.

Kardinal menyampaikan, hari ini Timor-Leste memperingati HUT ke-26 Jajak Pendapat (30 Agustus 1999 – 30 Agustus 2025). Karena itu, ia mengajak seluruh rakyat bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga meluangkan waktu sejenak mengenang mereka yang terluka dan gugur demi perjuangan Konsultasi Rakyat.

“Bagi semua orang, inilah saat untuk merenung dan bersyukur, karena momen ini sangat menentukan dan menunjukkan bahwa setiap warga Timor memiliki kontribusi penting. Melalui suara rakyatlah kunci penentuan nasib sendiri Timor-Leste tercapai,” tambahnya.

Ia menekankan, pada Hari Jajak Pendapat, banyak orang yang gugur. Semua menyadari bahwa pengorbanan darah dan nyawa mereka telah memperkuat semangat bangsa Timor untuk memilih kebebasan dan kemerdekaan melalui pemungutan suara.

“Bangga menjadi orang Timor, kita melihat momen ini sebagai tanda pengakuan dunia terhadap keberadaan kita. Saya mengajak seluruh rakyat, khususnya kaum muda, untuk menjadikan pembangunan yang damai sebagai kelanjutan dari semangat Jajak Pendapat setelah 26 tahun berlalu. Setiap orang Timor memiliki kontribusi penting,” ujarnya memberi dorongan.

Kardinal menegaskan, membangun bangsa tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, tetapi harus bersama-sama, baik yang kecil maupun besar, sederhana maupun cerdas, muda maupun tua karena hanya dengan kebersamaanlah bangsa ini dapat berkembang.

Reporter : Arminda Fonseca (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!