DILI, 30 Agustus 2025 (TATOLI) – Pemerintah melalui Kementerian Administrasi Negara (MAE), pada Sabtu ini menyelenggarakan upacara resmi peringatan Jajak Pendapat ke-26 dengan tema “Membawa Perdamaian ke Dunia”.
Menteri Administrasi Negara sekaligus Ketua Komisi Penyelenggara, Tomás do Rosário Cabral, menilai peringatan hari bersejarah ini sebagai momen refleksi dan kebanggaan nasional yang lahir untuk menghormati keteguhan rakyat Timor-Leste dalam menentukan nasibnya. Pada 30 Agustus 1999, rakyat dengan keberanian dan keyakinan memberikan suara mereka di tempat pemungutan suara untuk memilih kemerdekaan dan kedaulatan.
“Hari ini, 30 Agustus 2025, adalah hari yang membuat kita kembali mengenang perjalanan 26 tahun lalu, hari penentuan bagi seluruh rakyat Timor, mulai dari kaum muda berusia 17 tahun, saudara, perempuan, para ibu dan ayah, hingga para lansia. Saat itu, semua melangkah dengan penuh keyakinan menuju kotak suara, memberikan suara yang kini membuat kita berdiri sebagai sebuah negara merdeka di antara bangsa-bangsa lain,” kata Menteri Tomás dalam sambutannya di Taman Largo Lecidere, Bidau, Sabtu (30/08).
Berita terkait : Peringati Hari Jajak Pendapat, Don Virgílio meminta para pemimpin menunjukkan persatuan
Menteri Tomás menegaskan, tema peringatan tahun ini menggambarkan bahwa meskipun Timor-Leste hanyalah sebuah pulau kecil di mata dunia, bangsa ini memiliki hati yang besar, yang sejak 1975 hingga 1999 tetap menyimpan harapan dan keberanian untuk menghadapi berbagai kesulitan tanpa pernah menyerah.
“Hari ini kita memperingati Jajak Pendapat ke-26 pada saat banyak warga Timor sedang berada di luar negeri untuk belajar, bekerja, dan tinggal di negara lain. Pada saat yang sama, Timor-Leste juga tampil di dunia internasional melalui keikutsertaan dalam berbagai organisasi serta peristiwa penting, termasuk kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste pada September 2024, yang membuktikan kepada dunia adanya persatuan rakyat Timor dalam iman Katolik,” ujarnya.
Karena itu, Menteri Tomás mengajak seluruh rakyat dalam peringatan hari bersejarah ini untuk bersatu membangun negeri.
“Mari kita bersama-sama berupaya mengurangi dan menghapus penderitaan dengan harapan menuju kehidupan yang lebih baik. Semua itu tidak akan tercapai jika tidak ada persaudaraan di antara orang Timor-Leste. Karena itu, saya mengajak seluruh warga negara untuk terus bekerja sama demi kemajuan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Republik, José Ramos-Horta, menegaskan bahwa kemerdekaan Timor-Leste diraih berkat perjuangan semua pihak.
“Jika bukan karena keberanian dan kecerdikan Xanana (Perdana Menteri), mungkin referendum itu tidak akan pernah terjadi. Saat itu, meski ada berbagai ancaman dan kekerasan, Xanana tetap mengatakan bahwa referendum harus dilaksanakan, karena saat itu PBB dan Portugal sudah siap membantu prosesnya. Tetapi Xanana menegaskan untuk terus maju,” ungkap Kepala Negara.
Reporter : Arminda Fonseca (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




