iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Bahasa Tetun tarik minat warga Jepang, Dubes : Saatnya pemerintah mendukung

Bahasa Tetun tarik minat warga Jepang, Dubes : Saatnya pemerintah mendukung

Pengajar Bahasa tetum, Pedro de Jesus, seorang mahasiswa asal Timor-Leste sedang memberikan pelatihan kursus bahasa Tetum kepada warga Jepang yang tertarik mempelajari bahasa dan budaya Timor-Leste. Foto spesial

DILI, 03 Juni 2025 (TATOLI)– Minat warga Jepang untuk mempelajari bahasa dan budaya Timor-Leste semakin meningkat, ditandai dengan dibukanya kursus bahasa Tetun yang terbuka untuk umum di Tokyo sejak akhir 2023.

Inisiatif ini menjadi pintu masuk diplomasi budaya yang kini mendapat perhatian serius dari Kedutaan Besar Timor-Leste di Jepang.

Dalam keterangannya kepada TATOLI, Duta Besar Timor-Leste untuk Jepang, Ilídio Ximenes da Costa, menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada hubungan budaya, tetapi juga membuka peluang kerja sama pariwisata, pendidikan, dan investasi antara kedua negara.

“Melalui kursus Tetun ini, kita melihat bahwa warga Jepang bukan hanya tertarik pada bahasa, tetapi juga ingin lebih dekat mengenal Timor-Leste. Beberapa bahkan sudah menyatakan niat untuk berkunjung ke sana,” ujar Dubes Ilídio dalam wawancara daring, selasa ini

Informasi tentang kursus Tetun hadir dalam sebuah pertemuan antara Dubes Ilídio dan sejumlah aktivis Jepang seperti Eriko Kameyama, profesor Universitas Nara, Chihiro Suzuki, Direktur VIVATIM yang pernah bekerja untuk Timor-Leste bersama almarhum Romo Julian Sleutel, serta Maiko Kim, pelatih bahasa Inggris dan pendiri Asosiasi SORAIRONO IE.

Pertemuan tersebut berlangsung santai di kafe LUSH COFFEE, Kitasenju, Tokyo, sambil menikmati kopi Timor-Leste.

“Di sana kami berbincang dan bertukar ide, bagaimana sampai muncul gagasan untuk membuka kursus bahasa Tetun sebagai bentuk jembatan budaya. Menurut Maiko Kim, kursus bahasa Tetun tersebut secara resmi dimulai pada 26 November 2023 dan masih berjalan hingga kini,” jelasnya.

Kursus ini kini diikuti oleh 10 peserta dan diajarkan oleh Pedro de Jesus, seorang mahasiswa asal Timor-Leste yang tengah menempuh pendidikan bahasa Jepang untuk persiapan masuk universitas. Pedro meluangkan waktunya secara sukarela untuk mengajar.

“Pedro adalah contoh semangat generasi muda kita. Namun, ia menghadapi tantangan, seperti harus menempuh perjalanan jauh dan menanggung biaya transportasi dan makanan sendiri,” kata Dubes Ilídio.

Para peserta kursus sebagian besar mengenal Tetun dan Timor-Leste melalui film dokumenter Jepang “Canta! Timor” dan informasi dari tokoh-tokoh seperti Olda Martins, mantan staf Kedubes TL di Tokyo, serta rekan-rekan komunitas Jepang lainnya.

Baru-baru ini, kursus Tetun tersebut juga dikunjungi oleh Romo Tomás Gusmão de Carvalho, SDB, yang memberikan motivasi dan berbagi informasi tentang sejarah serta kebudayaan Timor-Leste. Respons peserta sangat positif, bahkan beberapa mulai merencanakan perjalanan ke Timor-Leste.

“Ini menjadi sinyal positif bahwa warga Jepang ingin mengenal Timor-Leste secara langsung, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan investasi di masa mendatang,” kata Dubes.

Dubes Ilídio mengungkapkan bahwa hingga saat ini, hanya JICA yang pernah menyelenggarakan kursus Tetun, dan itu pun terbatas untuk peserta Program Japan Overseas Cooperation Volunteers (JOCV) di Fukushima. Kursus yang terbuka untuk umum hanya diselenggarakan oleh Ibu Maiko Kim, melalui inisiatif pribadi dan komunitasnya.

“Sudah saatnya pemerintah mempertimbangkan dukungan dana dan material untuk kegiatan ini. Tidak hanya membantu pengajar dan asosiasi, tetapi juga mendorong promosi budaya serta pariwisata secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kursus ini merupakan langkah awal dalam kampanye “Hamorin Timor-Leste ba Japão liuhosi Tetun” atau memperkenalkan Timor-Leste ke Jepang melalui bahasa. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!