Top

Proyek Português no Bairro : Tumbuhkan Bahasa lewat dunia Anak

Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão berbicara dengan anak-anak disela-sela acara Hari Anak Internasional. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 31 Mei 2025 (TATOLI) – Dalam suasana penuh keceriaan dan semangat kebersamaan, proyek Português no Bairro (Portugis di Lingkungan) merayakan Hari Anak Internasional sekaligus menandai satu dekade keberadaannya.

Kegiatan ini berlangsung di Pusat Kebudayaan Jorge Sampaio, yang berlokasi di Kedutaan Besar Portugal di Dili, dan diwarnai dengan permainan, serta kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak. Acara tersebut turut dihadiri oleh Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão dan Duta Besar Portugal untuk Timor-Leste, Manuela Bairos.

Inisiatif ini bertujuan memperkenalkan dan menanamkan penggunaan bahasa Portugis kepada anak-anak sejak dini, khususnya dari komunitas Bemori, melalui pendekatan nonformal dan kreatif.

Dalam sambutannya, Perdana Menteri memberikan pesan penting kepada anak-anak tentang nilai membantu orang tua, rajin belajar, serta menjaga lingkungan sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab mereka terhadap masa depan bangsa.

Duta Besar Manuela Bairos menekankan bahwa anak-anak merupakan masa depan Timor-Leste. Oleh karena itu, proyek bahasa ini menjadi salah satu strategi utama Kedutaan Portugal dalam memperluas penggunaan bahasa Portugis di luar ruang kelas formal.

“Kami berkonsentrasi di Bemori dan Aileu untuk melihat efektivitas pendekatan pendidikan nonformal. Kami juga berencana memperluas program ini ke wilayah lain, termasuk dengan dukungan dari Kedutaan Besar Angola,” ujar Bairos, sabtu ini di Kedubes Portugal.

Ia juga menyampaikan bahwa proyek serupa sebelumnya telah dijalankan di kotamadya Viqueque dan Aileu, dengan melibatkan lebih dari 200 anak melalui partisipasi aktif para ibu.

Sementara, Direktur Pusat Bahasa Portugis Universitas Nasional Timor Lorosa’e  (UNTL), Maria da Cunha, menegaskan bahwa Português no Bairro bukan sekadar proyek pengajaran bahasa, tetapi juga wadah untuk membangun koneksi antargenerasi, memperkuat identitas budaya, dan membentuk ruang pertemuan pengetahuan.

“Tahun ini, kita merayakan satu dekade dedikasi, pendidikan, dan kontribusi sukarela dari para guru dan mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini. Kami akan terus melangkah ke depan dengan semangat untuk berbuat lebih banyak, lebih baik, dan secara kolektif,” jelasnya.

Dengan semangat yang sama, perayaan kali ini menjadi penanda komitmen berkelanjutan dalam menjadikan bahasa Portugis sebagai bagian hidup anak-anak Timor-Leste, tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai jembatan budaya dan sosial menuju masa depan yang inklusif.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!