iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

Horta tawarkan kolaborasi pendidikan ASEAN, dirikan Timor Island International University

Horta tawarkan kolaborasi pendidikan ASEAN, dirikan Timor Island International University

Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos Horta, dalam peringatan upacara HUT Restorasi Kemerdekaan ke – 23. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 20 Mei 2025 (TATOLI)– Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos-Horta, mengumumkan inisiatif untuk mendirikan Timor Island International University, sebuah universitas teknik bertaraf internasional yang akan menjadi simbol kerja sama pendidikan regional antara Timor-Leste dan Indonesia, serta bagian dari kontribusi aktif Timor-Leste dalam komunitas ASEAN.

Demikian hal itu diutarakan Presiden Horta dalam pidatonya pada Upacara peringatan HUT Restorasi Kemerdekaan ke-23, yang digelar Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili,  selasa ini.

Presiden Horta menyampaikan bahwa sejak kembali menjabat, aksesi penuh Timor-Leste ke ASEAN tetap menjadi prioritas strategis nasional. Ia menegaskan komitmen negaranya untuk menjadi anggota ASEAN yang aktif, bertanggung jawab, dan bijaksana, siap belajar dari sesama anggota serta berperan dalam memperkuat dialog dan konsensus regional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, ia mengusulkan pendirian universitas teknik di sepanjang perbatasan darat Timor-Leste dan Indonesia, khususnya dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kampus ini akan dikelola bersama oleh kedua negara, dengan fokus pada bidang-bidang strategis seperti ekonomi hijau dan biru, sains dan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), pertanian, energi terbarukan, pengelolaan sumber daya air, kewirausahaan, serta pembelajaran dalam bahasa resmi ASEAN dan Bahasa Inggris.

“Universitas ini akan menjadi wadah kolaborasi lintas batas, simbol persahabatan dan rekonsiliasi yang terus kami bangun bersama Indonesia, serta langkah konkret Timor-Leste dalam berkontribusi terhadap pembangunan manusia ASEAN,” ujar Horta.

Presiden Horta juga mengajak universitas-universitas terkemuka dari Timor-Leste dan Indonesia untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan pengembangan kampus ini, serta membuka peluang kemitraan internasional dalam pendanaan dan pendampingan akademik.

Selain inisiatif pendidikan, Horta menekankan pentingnya pembenahan birokrasi, debirokratisasi, dan digitalisasi layanan publik di Timor-Leste.

Ia menyerukan penghapusan hambatan administratif, hukum, dan komersial yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat, termasuk hambatan bagi pekerja dan pelajar.

Secara khusus, ia menyampaikan permohonan kepada pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan pemberlakuan sistem visa pelajar otomatis (KITAS – Kartu Izin Tinggal Terbatas) dengan masa berlaku sesuai durasi studi (hingga lima tahun), guna mendukung mobilitas akademik lintas batas. 

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!