iklan

HEADLINE, IBADAH

Timor-Leste untuk Vatikan, Dom Leandro: Paus Fransiskus menjadi teladan perkataan Yesus

Timor-Leste untuk Vatikan, Dom Leandro: Paus Fransiskus menjadi teladan perkataan Yesus

Sejumlah umat Katolik berpartisipasi dalam misa khusus yang dipimpin oleh Uskup Baucau, Dom Leandro Maria Alves, di Tasi-tolu, untuk menyatakan rasa duka dan penghormatan mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus, Sabtu (26/04/2025). Foto Tatoli/António Daciparu

DILI, 26 April 2025 (TATOLI)—Timor-Leste kembali menyatakan rasa duka dan penghormatan mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus, dalam misa khusus yang dipimpin oleh Uskup Baucau, Dom Leandro Maria Alves, di Tasi-tolu.

Misa ini digelar untuk mengenang akhir perjalanan hidup Paus yang begitu dicintai umat di seluruh dunia, termasuk di Timor-Leste.

Dalam homilinya, Dom Leandro mendeskripsikan bahwa Paus Fransiskus adalah sosok yang sungguh-sungguh meneladani Yesus Kristus, terutama dalam menyampaikan damai bagi umat manusia. Ia mengutip sabda Yesus kepada para murid-Nya: “damai bersamamu.”

“Damai yang diberikan Yesus kepada para murid-Nya adalah semangat untuk menjalankan misi. Ketika Yesus berkata ‘damai bersamamu’, itu berarti Ia hadir bersama kita dan tidak akan meninggalkan kita. Itu juga berarti: jangan takut,” ujar Dom Leandro di hadapan ribuan umat yang hadir.

Berita terkait : Tangis umat iringi mobil Paus Fransiskus menuju Tasi-tolu

Ia menjelaskan bahwa pesan damai dari Yesus hidup dalam hati para murid dan mengubah mereka menjadi pembawa misi kasih Allah di dunia. Menurutnya, Paus Fransiskus adalah contoh nyata dari semangat tersebut.

“Banyak orang di seluruh dunia menyampaikan belasungkawa. Kita juga sedih. Pada 10 September 2024 lalu, di tempat ini juga, kita bersorak menyambut Paus Fransiskus. Dan hari ini, kita kembali berkumpul untuk merayakan Ekaristi dan bersyukur, karena beliau pernah menginjakkan kaki di tanah Timor,” katanya mengenang kunjungan pastoral Paus ke negara tersebut.

Ia melanjutkan, Paus Fransiskus dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, penuh senyum, dan memeluk semua orang—tanpa membedakan agama maupun latar belakang.

“Paus Fransiskus menunjukkan makna sejati dari sabda Yesus: ‘Damai bersamamu’. Dalam dirinya ada damai Kristus. Semua orang yang bertemu dengannya merasa bahagia, karena dalam dirinya ada kekuatan yang mengajak setiap orang untuk hidup dalam kedamaian,” tuturnya.

Dom Leandro juga menyatakan bahwa umat Katolik Timor-Leste patut bersyukur karena negeri ini menjadi bagian dari kunjungan pastoral terakhir Paus Fransiskus, dan telah menerima berkat serta doa darinya.

“Dari sekian banyak negara yang dikunjungi Paus, Timor-Leste menempati tempat istimewa di hatinya. Beliau bahkan berkata bahwa beliau ‘jatuh hati pada Timor’. Kata-kata ini tidak pernah diucapkan di negara lain,” tegasnya dengan haru.

Menurutnya, kunjungan Paus ke Timor-Leste adalah untuk memperkuat iman umat dan menjadikan iman sebagai bagian dari budaya serta identitas nasional.

“Dalam pesannya, Paus juga secara khusus meminta para pemimpin di negara ini untuk menjaga rakyatnya—rakyat yang sangat dikasihinya,” ujarnya.

Mengakhiri homilinya, Dom Leandro menyampaikan rasa kehilangan yang begitu mendalam.

“Kita semua merasa sangat sedih. Ketika mengenang saat-saat bersama Paus, kita sadar telah kehilangan sosok yang sangat berarti. Tuhan memanggilnya tak lama setelah Paskah. Selamat jalan, Paus Fransiskus,” tutupnya.

Misa Khusus tersebut dihadiri oleh sejumlah pemimpin pemerintah Timor-Leste seperti Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, anggota pemerintah, anggota Parlamen, para Pastor dan Suster serta umat Katolik khususnya di ibu kota Dili.

Selain adanya umat nasrani terlihat juga pemimpin agama lainnya yang ikut hadir dalam misa yang berjalan sejak pukul 18:00 waktu Timor-Leste.

Reporter     : Cidalia Fátima

Editor          : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!