DILI, 01 Juni 2026 (TATOLI) – Otoritas Nasional Perminyakan (ANP) menerima dokumen Field Development Plan (FDP) atau rencana pengembangan lapangan minyak Kuda Tasi dan Jahal yang diajukan oleh Finder Timor-Leste B.V. bersama mitra joint venture TIMOR GAP PSC 11-106 Unipessoal Limitada pada 22 Mei 2026.
Ketua ANP, Gualdino do Carmo da Silva, mengatakan ANP telah memulai proses evaluasi sejak menerima dokumen tersebut guna memastikan seluruh aspek legal dan regulasi terpenuhi sesuai praktik terbaik industri minyak dan gas.
Ia menegaskan setelah mendapat persetujuan ANP, perusahaan bersama mitra JV TIMOR GAP akan melanjutkan proses internal menuju pengambilan keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID) sebelum memasuki tahap pengembangan lapangan.
Menurutnya, tahap pengembangan lapangan menunjukkan operator bersama TIMOR GAP telah menyelesaikan berbagai studi komprehensif, termasuk kajian teknis, rekayasa, pasar, hingga finansial untuk memastikan kesiapan proyek.
“Ketika ANP memberikan persetujuan, perusahaan akan memulai pengeboran produksi minyak karena seluruh desain detail dan estimasi cadangan telah dimasukkan dalam rencana pengembangan,” katanya dalam konferensi pers bersama usai pertemuan yang dilakukan di kantor ANP, City8, Dili, Senin ini.
Dokumen FDP tersebut memuat konsep pengembangan lapangan Kuda Tasi dan Jahal melalui tiga sumur produksi yang akan dihubungkan menggunakan Electrical Submersible Pump (ESP) menuju fasilitas Petrojarl 1 Floating Production Storage and Offloading (FPSO) melalui jalur pipa fleksibel.
Chief Executive Officer Finder Energy Limited, Damon Neaves, mengatakan proyek tersebut diperkirakan memiliki cadangan lebih dari 20 juta barel dengan kapasitas produksi awal sekitar 30 ribu barel per hari.
Ia menjelaskan minyak dari lapangan tersebut merupakan minyak mentah ringan berkualitas tinggi dengan kandungan sulfur rendah serta produksi gas ikutan yang minim sehingga diperkirakan akan sangat diminati pasar internasional.
“Kami sudah menerima banyak minat dari pedagang minyak mentah dan kilang di Asia Tenggara. Dalam situasi geopolitik global saat ini, permintaan minyak tetap sangat tinggi sehingga proyek ini difokuskan untuk mempercepat produksi,” ujar Damon.
Damon menambahkan Finder mulai melihat peluang pengembangan baru di sekitar Kuda Tasi dan Jahal setelah melakukan berbagai studi tambahan di wilayah PSC TL-SO-T 19-11. Menurutnya, kedua lapangan tersebut akan menjadi pusat infrastruktur produksi yang mendukung eksplorasi dan pengembangan lapangan lain di sekitarnya.
“Kami melihat Kuda Tasi hanyalah permulaan. Bersama para mitra joint venture, kami berkomitmen membuka nilai dari berbagai peluang pengembangan di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua TIMOR GAP, Rui Maria Soares, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung percepatan proyek bersama seluruh mitra.
Ia menyebut partisipasi TIMOR GAP saat ini berada pada angka 24 persen dan akan meningkat menjadi 34 persen ketika memasuki tahap pengembangan lapangan.
“TIMOR GAP meminta seluruh pihak terus berkolaborasi untuk mempercepat proses pengembangan ini, baik dari sisi pembiayaan maupun pelaksanaan teknis operasional,” ujarnya.
Lapangan Jahal pertama kali ditemukan pada 1996, sedangkan Kuda Tasi ditemukan pada 2001. Sejak mengambil alih operator PSC TL-SO-T 19-11 pada 2024, Finder bersama para mitranya terus mempercepat studi teknis guna membawa proyek tersebut menuju tahap siap pengembangan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




