DILI, 04 Juni 2026 (TATOLI) – Ratusan umat Katolik memadati Asrama OFM Fomento II, Dili, Rabu (03/06) malam, untuk mengikuti Misa Agung Pembukaan Novena Santo Antonius dari Lisboa yang menandai dimulainya rangkaian doa sembilan hari menjelang Pesta Santo Antonius pada 13 Juni mendatang.
Perayaan yang dimulai pukul 18.30 waktu setempat itu dipimpin oleh para imam Ordo Fratrum Minorum (OFM), salah satu ordo religius Katolik terbesar yang didirikan oleh Santo Fransiskus dari Assisi pada tahun 1209 dan dikenal dengan spiritualitas kesederhanaan, persaudaraan, serta pelayanan kepada sesama.
Dalam homilinya, Pastor Joel Casimiro, OFM, mengajak umat memanfaatkan masa novena sebagai kesempatan memperbarui kehidupan iman melalui Ekaristi, doa, pembinaan rohani, dan penerimaan Sakramen Tobat.
Menurut Pastor Joel, perayaan Novena Santo Antonius tahun ini memiliki makna yang lebih mendalam karena berlangsung dalam Tahun Yubileum Santo Fransiskus serta masih berada dalam semangat Yubileum Harapan yang dicanangkan Gereja Katolik.
“Kita merayakan Yubileum Santo Fransiskus. Karena itu saya mengajak umat untuk mengikuti seluruh rangkaian novena selama sembilan hari dengan penuh iman melalui perayaan Ekaristi, pembinaan rohani, doa, dan pengakuan dosa. Ini merupakan kesempatan istimewa untuk memperoleh indulgensi plenaria dan mengalami belas kasih Tuhan,” kata Pastor Joel.

Ia menjelaskan bahwa umat yang dengan tulus mengakui dosa-dosanya di hadapan Tuhan melalui Sakramen Tobat akan memperoleh pengampunan dan rahmat khusus yang diberikan Gereja selama masa Yubileum.
Pastor Joel menambahkan bahwa kesempatan tersebut hendaknya dimanfaatkan umat untuk semakin menghidupi panggilan sebagai orang Kristiani dengan meneladani kehidupan Santo Fransiskus dari Assisi dan Santo Antonius dari Lisboa.
“Kedua santo ini menunjukkan bagaimana hidup Kristiani harus dijalankan melalui kesederhanaan, pelayanan, dan kesetiaan kepada Tuhan sepanjang hidup,” ujarnya.
Dalam refleksinya, Pastor Joel juga mengingatkan bahwa Novena Santo Antonius bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sebuah perjalanan rohani yang mengajak umat berjalan dalam terang kebangkitan Kristus.
Ia mengatakan bahwa Kristus yang wafat dan bangkit merupakan sumber harapan bagi seluruh umat beriman. Kebangkitan-Nya menjadi dasar iman Kristiani sekaligus kekuatan yang mempersatukan umat dalam persekutuan Gereja.
“Hari ini kita menerima undangan khusus untuk berjalan dalam terang Paskah dan mengubah iman kita menjadi misi. Kita dipanggil menjadi saksi kehidupan baru, saksi Kristus yang telah bangkit dan hidup di tengah umat-Nya,” tutur Pastor Joel.
Menurutnya, kehadiran Kristus terus dirasakan secara nyata melalui perayaan Ekaristi dan Sabda Tuhan yang dibacakan dalam liturgi. Dalam perjalanan iman tersebut, Gereja menghadirkan Santo Antonius dari Lisboa sebagai teladan seorang misionaris besar yang penuh kasih dan semangat pengabdian.
“Santo Antonius adalah sahabat dan pengikut Santo Fransiskus dari Assisi. Ia dikenal sebagai pewarta Injil yang luar biasa dan menjadi inspirasi bagi umat untuk semakin dekat dengan Tuhan,” katanya.
Usai perayaan misa, imam membawa Relikui Santo Antonius untuk memberikan berkat kepada umat yang hadir. Umat tampak antusias mengikuti prosesi tersebut sebagai ungkapan devosi kepada santo yang dikenal sebagai pelindung orang miskin dan pencari barang hilang itu.
Berdasarkan informasi OFM Timor-Leste, relikui Santo Antonius akan hadir selama rangkaian novena sebagai sarana devosi umat. Kehadiran relikui tersebut juga menjadi bagian dari perayaan Yubileum Santo Fransiskus yang sedang berlangsung.
Novena Santo Antonius akan dilaksanakan setiap hari hingga 12 Juni 2026 pukul 18.30, sementara Misa Pesta Santo Antonius akan digelar pada 13 Juni 2026 pukul 16.30 waktu setempat.
Pada hari pertama novena, umat terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan berbagai intensi doa pribadi maupun keluarga. Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan Café Espiritual yang menghadirkan animasi rohani, persekutuan umat, serta bazar yang menjual berbagai makanan dan produk komunitas.
Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai malam pembukaan novena tersebut, sekaligus menjadi tanda dimulainya perjalanan rohani sembilan hari yang diharapkan semakin memperkuat iman dan pengharapan umat Katolik di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




