DILI, 22 April 2025 (TATOLI)—Suasana duka menyelimuti seluruh penjuru Timor-Leste menyusul wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia.
Sejak kabar duka tersebut diumumkan, umat Katolik dari berbagai daerah di negara mayoritas Katolik ini berbondong-bondong menggelar doa bersama, misa arwah, serta menyalakan lilin, sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan kasih mereka kepada Paus yang sangat dicintai.
Sebagai bagian dari penghormatan, monumen Nossa Senhora Imaculada da Conceição di Bidau-Lecidere, Dili, dibuka sejak pukul 10.00 pagi bagi siapa saja yang ingin meletakkan bunga dan mengucapkan doa pribadi untuk mendiang Paus. Ratusan umat tampak memadati taman tersebut dengan membawa lilin dan bunga. Momen ini menjadi simbol duka dan cinta masyarakat Timor-Leste kepada pemimpin spiritual mereka.
Delfina do Rosário da Costa, seorang mahasiswa Institut Canossa, mengaku sangat berduka atas wafatnya Paus. Ia mengenang kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste pada September 2024 lalu sebagai momen bersejarah.
“Saya datang ke sini untuk menyampaikan doa. Kita tahu bahwa Bapa Suci telah meninggal kemarin. Kami sedih, tetapi inilah cara kami mengenang beliau—dalam doa. Paus pernah mengunjungi Timor-Leste dan memberikan berkat kepada orang miskin dan orang sakit,” kenangnya haru.
Berita terkait : Terungkap Paus Fransiskus wafat akibat stroke dan kolaps kardiosirkulasi ireversibel
Tak hanya di Lecidere, sejak Senin malam, warga juga telah menyalakan lilin di dekat Altar Tasi-tolu, lokasi tempat Paus Fransiskus memimpin misa saat kunjungannya tahun lalu.
“Saya datang bersama anak dan suami saya. Kami berinisiatif datang ke sini untuk berdoa. Ini adalah kehilangan besar bagi seluruh umat Katolik di dunia,” ujar Anabela do Carmo, warga yang tinggal di sekitar Tasi-tolu.
Di berbagai desa dan kota lainnya, masyarakat juga menggelar doa malam di kapela-kapela kecil, rumah-rumah, dan halaman terbuka. Suasana duka disatukan dalam doa dan keheningan.
Paus Fransiskus memiliki tempat istimewa di hati rakyat Timor-Leste. Sejak kunjungannya, umat Katolik merasa sangat dekat secara spiritual dengan beliau.
Dalam pernyataannya, Uskup Agung Dili, Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, mengajak seluruh umat Katolik di Timor-Leste untuk terus mendoakan Paus Fransiskus agar beristirahat dalam damai di hadapan Tuhan, serta memohon doa agar para Kardinal diberi bimbingan dalam memilih Paus baru yang akan melanjutkan misi Gereja.
“Sejak kemarin, kita melihat ungkapan cinta dan kerinduan umat. Reaksi spontan umat di Dili, di Lecidere dan Tasi-Tolu, muncul tanpa instruksi resmi dari Keuskupan maupun Pemerintah. Umat secara spontan menyalakan lilin dan berdoa sebagai wujud syukur atas kehadiran Paus di tengah kita,” ungkap Kardinal Virgílio.
Ia juga meyakini bahwa Keuskupan Baukau dan Maliana memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan doa dan rasa syukur mereka.
“Marilah kita terus mengajak umat untuk berdoa selama tujuh hari masa berkabung yang telah ditetapkan. Kita bersyukur atas kesempatan untuk mendampingi seluruh proses ini, hingga Gereja kembali dipimpin oleh seorang Paus yang baru, pilihan Tuhan sendiri,” pungkasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




