iklan

SOSIAL INKLUSIF

Dengan dukungan Kamboja, SIM dengan QR Code mulai diterapkan di Timor-Leste

Dengan dukungan Kamboja, SIM dengan QR Code mulai diterapkan di Timor-Leste

Peluncuran platform digital Verify.gov.tl dilakukan di Gedung Serbaguna GMN, Dili. Foto Tatoli/Alexandra da Costa

DILI, 01 Juni 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste resmi meluncurkan platform digital Verify.gov.tl yang akan digunakan untuk memverifikasi keaslian dokumen, termasuk Surat Izin Mengemudi (SIM), melalui teknologi QR Code dan blockchain.

Peluncuran platform tersebut dilakukan di Gedung Serbaguna GMN, Dili, Senin ini, oleh Menteri Pos dan Telekomunikasi Kamboja, Chea Vandeth, bersama Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor-Leste, Miguel Marques Gonçalves Manetelu.

Menteri Miguel Marques menjelaskan bahwa platform Verify.gov.tl dikembangkan melalui kerja sama antara Timor-Leste dan Kamboja berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada 20 Januari 2025 di Kamboja.

“Pada Maret 2025, tim teknis dari Kamboja datang ke Timor-Leste untuk melakukan asesmen di Direktorat Nasional Transportasi Darat (DNTT) terkait penerapan sistem Verify pada kartu SIM. Tim mulai bekerja sejak Maret dan menyelesaikan sistem pada November 2025, namun baru hari ini platform tersebut resmi diluncurkan,” kata Miguel Marques kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan QR Code pada SIM bertujuan untuk memastikan keaslian dokumen sekaligus meningkatkan keamanan data pemilik.

“Jika kartu SIM memiliki QR Code, petugas cukup menggunakan telepon genggam untuk memindai kode tersebut dan memastikan apakah kartu itu benar milik pemegangnya atau bukan,” ujarnya.

Menurut Miguel Marques, sejumlah SIM dengan QR Code telah diuji coba dan pemerintah berencana mengganti seluruh SIM manual secara bertahap dengan kartu baru berbasis digital tersebut.

Selain itu, DNTT juga dapat mencabut SIM apabila pemilik melakukan pelanggaran berat. Bahkan SIM sementara nantinya juga akan dilengkapi QR Code guna memastikan identitas pemegang dokumen.

“Ke depan sistem ini juga akan diterapkan pada dokumen-dokumen lainnya,” katanya.

Ia turut mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan dan segera melakukan penggantian SIM lama ke SIM baru berbasis QR Code.

Sementara itu, Menteri Pos dan Telekomunikasi Kamboja, Chea Vandeth, mengatakan pengembangan platform tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara tim teknis Kamboja dan Timor-Leste.

Menurutnya, platform Verify.gov.tl memiliki sistem keamanan tinggi karena tidak menyimpan data pengguna secara langsung. Seluruh data tetap berada di server kementerian terkait dan hanya dapat diakses oleh pemilik data serta institusi berwenang.

“Platform ini tidak memiliki data. Data tetap berada di kementerian dan teknologi blockchain digunakan untuk memastikan keamanan sehingga tidak ada pihak lain yang dapat melihat data selain kementerian dan individu terkait,” jelas Chea Vandeth.

Ia menambahkan bahwa sistem blockchain tersebut telah diterapkan di Kamboja dan terbukti efektif dalam menjamin keaslian dokumen digital.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!