iklan

EKONOMI

Instalasi Pengolahan Air Limbah, Lima KK sepakati perjanjian akuisisi lahan

Instalasi Pengolahan Air Limbah, Lima KK sepakati perjanjian akuisisi lahan

Acara penandatanganan perjanjian antara pemerintah dan Lima Kepala Keluarga yang menerima paket jual beli/ akuisisi dari pemerintah Timor-Leste sebagai ganti rugi tanah untuk pelaksanaan proyek MCC (Millennium Challenge Corporation) pada Instalasi Pengolahan Air Limbah di Bebonuk. Foto spesial

DILI, 04 oktober 2024 (TATOLI)—Lima Kepala Keluarga (KK) menandatangani perjanjian untuk menerima paket jual beli/ akuisisi dari pemerintah Timor-Leste sebagai ganti rugi tanah mereka untuk pelaksanaan proyek MCC (Millennium Challenge Corporation) untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah di Bebonuk.

Lahan tersbeut akan digunakan untuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah di Bebonuk dan fasilitas tersebut akan dikelola oleh Bee Timor-Leste (BTL E.P), Badan Pengelolaan Air Timor.

Menteri Kehakiman, Sergio Hornai dan Menteri Pekerjaan Umum, Samuel Marçal, Country Resident Director Millennium Challenge Corporation (MCC) Amerika Serikat, Gigi Goodhart, dan wakilnya Justine Hufford juga ikut berpartisipasi dalam acara penandatanganan tersebut.

Paket perjanjian jual beli tersebut mencakup pembayaran untuk tanah, bangunan, infrastruktur, dan perkebunan untuk tahap ini dengan total sekitar $4,8 juta. Proses pembelian akuisisi tanah diharapkan akan selesai dalam waktu dua minggu dengan pihak lima kepala keluarga  diantisipasi akan mengosongkan properti mereka pada november tahun ini.

Pemerintah dan tim MCA-TL (Millennium Challenge Account Timor-Leste) telah menyelenggarakan sejumlah pertemuan publik untuk membahas informasi kepada warga terkait instalasi pengolahan air limbah.

Salah satu anggota keluarga, Silveiro Mau Bere, menyatakan dukungannya komitmennya yang menggarisbawahi pentingnya proyek tersebut bagi masyarakat dan mencerminkan visi bersama untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa.

“Saya bersedia menyerahkan tanah saya kepada pemerintah untuk instalasi pengolahan air limbah karena akan membantu Timor-Leste menjadi lebih baik,” ungkapnya dalam siaran pers yang diakses Tatoli.

Direktur Eksekutif Nasional Compact Development Team Timor-Leste (CDT-TL), Duta Besar Constancio Pinto menyatakan proyek WSD (Air, Sanitasi, dan Drainase) merupakan inisiatif penting bagi Timor-Leste, yang menangani berbagai masalah kritis terkait air, sanitasi, dan keberlanjutan lingkungan.

“Dengan berinvestasi dalam proyek ini, pemerintah dan MCC menunjukkan komitmen mereka untuk meningkatkan kehidupan warga Timor-Leste dan membangun masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” ucapnya.

Perusahaan konsultan MCA-TL, Nicholas O’Dwyer sudah melakukan Penilaian Dampak Lingkungan (EIA), bersamaan dengan penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan (EMP) dan Penilaian Dampak Lingkungan dan Sosial (ESIA).

“Masalah lingkungan proyek akan diatasi dengan baik dengan mematuhi peraturan pemerintah yang relevan dan memastikan kepatuhan penuh terhadap persyaratan MCC, sehingga mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” katanya.

Instalasi pengolahan air limbah merupakan komponen utama dari proyek WSD, salah satu proyek utama di bawah Perjanjian Timor-Leste yang didanai bersama oleh MCC Amerika Serikat dan pemerintah Timor-Leste dengan jumlah investasi sebesar $420 Juta dari Amerika Serkitat dan $64 juta dari Pemerintah Timor-Leste. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!