iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, HEADLINE

Pertemuan para Dirjen Beacukai CPLP kembali digelar, diskusikan kelanjutan PICAT

Pertemuan para Dirjen Beacukai CPLP kembali digelar, diskusikan kelanjutan PICAT

Kebapeanan (AA)/Beacukai Timor-Leste menggelar kembali pertemuan para Direktur Jenderal Beacukai CPLP ke-37 di Ruang Auditorium Kementerian Keuangan, selasa (30/01). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 30 januari 2024 (TATOLI)— Kebapeanan (AA)/Beacukai Timor-Leste menggelar kembali pertemuan para Direktur Jenderal (Dirjen) Beacukai CPLP  (Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis) ke-37, untuk mendiskusikan kelanjutan Program Kerja Sama dan Bantuan Teknis Terpadu (PICAT).

Pertemuan para Direktur Jenderal Beacukai dari CPLP tersebut digelar di Ruang Auditorium Kementerian Keuangan, selasa ini.

Wakil Menteri Keuangan, Felícia Claudinanda Cruz Carvalho dalam sambutannya berharap pertemuan tersebut dapat memberikan ide-ide baru untuk mengembangan sektor Beacukai.

“Selamat datang di Timor-Leste. Ini adalah awal yang bagus bagi kita. Mari bersama kita akan mengembangkan sektor ini karena Beacukai adalah satu-satunya jendela untuk sektor perdagangan setiap negara,” jelas Wakil Menteri Keuangan, Felícia.

Semua anggota CPLP yang ikut hadir dalam pertemuan selama empat hari tersebut dari Angola, Brasil, Cabo Verde, Guinea-Bissau, Guinea Khatulistiwa, Mozambik, Portugal, São Tome e Principe serta Timor-Leste.

Komisaris Otoritas Kebapeanan Timor-Leste, José António Fátima Abílio mengatakan pertemuan tersebut adalah kelanjutan dan diskusi yang sebelumnya dilakukan secara daring pada 2022.

“Kita sudah menggelarnya pertemuan serupa pada 2022 tetapi karena dilakukan hanya secara virtual. Jadi, masih banyak materi yang harusnya bisa didapatkan dengan diskusi langsung dan saya memutuskan agar diakukan kembali di tahun 2023 pada oktober dan desember. Namun, tidak terjadi karena ada beberapa kendala hingga diundur sampai hari ini,” jelasnya.

Para Direktur Jenderal akan mempresentasikan dan menyetujui Rencana Strategis Beacukai CPLP dan inisiatif peningkatan kapasitas masing-masing, serta PICAT selanjutnya dan juga mendiskusikan kelanjutan pertemuan yang akan dilakukan di Angola.

“Ini untuk meningkatkan persahabatan antara negara CPLP, dan juga proyek antara negara CPLP. Kita ingin Beacukai bisa bekerjasama bagaiamana memfasilitasi perdagangan secara digital, tetapi kita harus memperhatikan undang-undang yang kita memiliki serta menyiapkan infrastruktur yang layak,” ucapnya.

Ia mengakui sejauh ini Timor-Leste memiliki banyak kendala mulai dari penguasaan bahasa portugis bagi seluruh staff beacukai. Karena, di setiap konferensi Dirjen Beacukai CPLP diharuskan mengunakan bahasa tersebut. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!