iklan

INTERNASIONAL, DILI

Peliputan wabah Monkeypox, WHO ingatkan jurnalis pentingnya pengetahuan dasar

Peliputan wabah Monkeypox, WHO ingatkan jurnalis pentingnya pengetahuan dasar

Perwakilan WHO di Timor-Leste, Arvind Mathur melakukan Media Briefing kepada jurnalis Timor-Leste tentang peliputan wabah Monkeypox. Media Briefing dilakukan di Caicoli, selasa ini. Foto WHO

DILI, 16 agustus 2022 (TATOLI)— Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Timor-Leste (TL), selasa ini mengadakan media briefing tentang wabah Cacar monyet atau Monkeypox kepada para Jurnalis agar memiliki pengetahuan dasar guna mendukung proses peliputan.

“Kalian adalah Duta Besar untuk mendukung dan mempromosikan praktik kehidupan yang sehat bagi semua orang dengan memberikan informasi dan advokasi yang sesuai data dan referensi yang ada, khususnya dalam pelipuan tentang wabah monkeypox,” ungkap Perwakilan WHO di Timor-Leste, Arvind Mathur dalam kegiatan Media Briefing di kantor WHO Caicoli, selasa ini.

Menurutnya saat ini, banyak informasi palsu dan spekulasi yang disebarkan oleh sebagian orang sehingga menimbulkan isu-isu. Jadi, kehadiran Jurnalis   untuk bisa mencegah dan memberikan informasi yang seharusnya di dapatkan oleh masyarakat.

“Kita lihat sebelumnya Timor-Leste berhasil memerangi COVID-19 dan ini salah satunya karena informasi yang diberikan kalian (jurnalis) melalui platform mereka masing-masing,” katanya.

Berita terkait : WHO serahkan kit PCR pengujian dan diagnosis penyakit cacar monyet

Meskipun begitu Ia mengakui bahwa saat ini sistem kesehatan dunia terus meningkat dan setiap hari selalu ada penemuan baru yang menjadi tantangan,dan  tentunya dibutuhkan adaptasi oleh setiap orang.

Ia mengingatkan, kesehatan tidak selalu menjadi bagian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Karena, untuk menjamin kesehatan yang baik dibutuhkan kolaborasi   banyak orang dan setiap instansi.

Di lain pihak, Ketua Dewan Pers TL, Virgílio Guterres mengapresiasi inisatif dari WHO di TL untuk mengundang para jurnalis dan memberikan pencerahan tentang bahayanya  cacar monyet dan bagaimana penanganan yang dibutuhkan oleh pasien.

“TL sampai saat ini tidak ada kasus cacar monyet, tetapi di seluruh dunia wabah ini menjadi salah satu virus yang harus diperhatikan, dan ini sangat penting agar para jurnalis memiliki pengetahuan,” jelasnya.

Berita terkait : Pemerintah Timor-Leste berkomitmen cegah penyakit cacar monyet

Sejak januari 2022, WHO melaporkan kasus dari 76 negara dan sampai 20 juli 2022, dikonfirmasikan ada 14,533 kasus cacar monyet, lima diantaranya meninggal dunia.

Salah satu negara yang melaporkan kasus cacar monyet ini adalah Australia dengan 33 kasus yang diketahui adalah negara tetanga Timor-Leste, sedangkan untuk Indonesia sendiri masih aman dari wabah tersebut.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!