iklan

INTERNASIONAL

Forum HLPF 2026, Timor-Leste kembali tegaskan komitmen capai SDGs

Forum HLPF 2026, Timor-Leste kembali tegaskan komitmen capai SDGs

Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk PBB, Duta Besar Dionísio Babo berbicara dalam pertemuan Tingkat Menteri Forum Politik Tingkat Tinggi (HLPF) 2026. Foto Perwakilan Tetap TL untuk PBB

DILI, 20 Juli 2026 (TATOLI) – Timor-Leste dalam pertemuan Tingkat Menteri Forum Politik Tingkat Tinggi (HLPF – High-Level Political Forum) 2026 menegaskan kembali komitmen kuatnya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030.

Dalam pernyataan yang disampaikan Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Dionísio Babo dalam forum yang diadakan di New York, pada 14 juli itu, Dubes Dionísio menegaskan kembali komitmen kuatnya Timor-Leste untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030, seraya menekankan bahwa sebagai negara yang termasuk dalam kategori Negara Kurang Berkembang (LDC) sekaligus Negara Kepulauan Kecil yang Sedang Berkembang (SIDS), pihaknya mengandalkan Agenda 2030, Program Aksi Doha, dan Agenda Antigua dan Barbuda sebagai kerangka kerja yang saling melengkapi bagi pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan laman resmi Permanent Mission of Timor-Leste to the United Nations in New York, disebutkan bahwa dalam forum itu Timor-Leste juga menegaskan bahwa transisi keluar dari status LDC memerlukan transformasi ekonomi yang tangguh serta dukungan internasional yang berkelanjutan.

Melansir laman PBB, disebutkan bahwa Forum Politik Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Berkelanjutan (HLPF) merupakan platform utama Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk tindak lanjut dan tinjauan terhadap Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

HLPF dibentuk pada Konferensi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20) tahun 2012, sebagaimana tercantum dalam dokumen hasil konferensi tersebut yang berjudul “The Future We Want” (Masa Depan yang Kita Inginkan). HLPF merupakan bagian integral dari arsitektur global untuk tindak lanjut dan peninjauan Agenda 2030 serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Forum ini diselenggarakan setiap tahun di bawah naungan Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) selama delapan hari, termasuk sesi tingkat menteri yang berlangsung selama tiga hari. Forum ini melakukan peninjauan mendalam secara berkala terhadap kemajuan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan mencakup “Voluntary National Reviews” (Tinjauan Nasional Sukarela), di mana negara-negara memaparkan temuan dari tinjauan nasional mengenai kemajuan yang telah dicapai, dengan tujuan untuk mempercepat pelaksanaan Agenda 2030.

Tim TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!