iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

Pemerintah dan PBB luncurkan laporan Tinjauan Pengeluaran Publik tentang perubahan iklim

Pemerintah dan PBB luncurkan laporan Tinjauan Pengeluaran Publik tentang perubahan iklim

Pemerintah bersama dengan mitra internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) merilis laporan tentang tinjauan pengeluaran publik untuk perubahan iklim dan kebijakan kelembagaan Timor-Leste (TL) di Aitarak-Laran, Dili, senin (24/01). Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 25 januari 2022 (TATOLI)– Pemerintah bersama dengan mitra internasional  Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) merilis laporan tentang tinjauan pengeluaran publik untuk perubahan iklim dan kebijakan kelembagaan Timor-Leste (TL) untuk tahun 2021.

Laporan dirilis bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kebijakan dan institusi perubahan iklim yang telah menerapkan langkah-langkah melawan perubahan iklim.

Selain itu, dokumen tersebut bermaksud untuk menyediakan semua pengeluaran publik yang dialokasikan untuk sektor-sektor yang dianggap prioritas dalam Rencana Pembangunan Strategis Nasional dari tahun 2011 hingga 2030.

“Menurut perspektif Program Pembangunan PBB di TL (UNDP), pengeluaran publik Pemerintah untuk perubahan iklim telah menurun dalam lima tahun terakhir. Tren ini terutama karena pendanaan dari mitra pembangunan kami”, kata Menteri Keuangan, Rui Gomes, dalam sambutannya dalam acara peluncuran di Aitarak-Laran, Dili, senin ini.

Menteri Rui memuji, upaya Sekretariat tim Kerangka Pembiayaan Nasional dan Terpadu, Dirjen Kementerian Keuangan, jajaran menteri dan tim UNDP karena telah menyelesaikan laporan untuk periode 2018 hingga 2021.

Dia juga   menyoroti pentingnya peluncuran laporan tersebut, karena berisi beberapa rekomendasi utama yang tidak hanya ditujukan pada kebijakan tetapi juga pada berbagai program dan tindakan di masa depan.

Di sisi lain, Menteri Rui juga menyampaikan harapan agar PBB dan mitra pembangunan dapat mempertahankan dukungan tanpa syarat mereka untuk TL, mengingat TL menghadapi skenario bencana publik menyusul beberapa banjir yang menghancurkan Dili dan beberapa kotamadya antara 2020 dan 2021.

“Banjir tersebut menimbulkan banyak kerugian material, yaitu perumahan, infrastruktur dasar, dan jaringan komunikasi di delapan kotamadya,” katanya.

Dalam bencana tersebut 48 orang kehilangan nyawa, lebih dari 30.000 ditampung di pusat-pusat penerimaan di ibukota, dan pemerintah  harus mengalokasikan jumlah dana sekitar $245 juta,  untuk   biaya pemulihan.

Sementara itu, Perwakilan PBB di Timor-Leste, Roy Trivedy,  menyebutkan pentingnya mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan langkah-langkah adaptasi perubahan iklim.

“Saya mengucapkan selamat kepada Kementerian Keuangan dan seluruh entitas yang terlibat dalam penyusunan laporan ini. Rekomendasi-rekomendasi yang tercantum bertujuan untuk berkontribusi dalam mempercepat pelaksanaan langkah-langkah melawan perubahan iklim di Timor-Leste”, tegasnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!