iklan

POLITIK, SOSIAL INKLUSIF

Pemerintah jamin kelangsungan hidup anak-anak di  TL

Pemerintah jamin kelangsungan hidup anak-anak di  TL

Menteri Keuangan, Rui Augosto Gomes. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 29 desember 2021 (TATOLI)—Menteri Keuangan, Rui Augosto Gomes mengatakan pemerintah menjamin dan berkomitmen untuk kelangsungan hidup, perkembangan dan perlindungan anak-anak Timor-Leste (TL) melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022.

Rencana stratejik pembangunan nasional TL tahun  2011 – 2030 telah menetapkan modal sosial atau perkembangan sumber daya manusia sebagai landasan penting dari empat landasan penting untuk masa depan negara.

“Dalam APBN 2022, pemerintah telah memutuskan untuk mengalokasikan dana $226,5 juta (13,5%) untuk Pekembangan Sumber Daya Manusia (Pendidikan, Pelatihan dan Kesehatan) yang menjadi salah satu prioritas nasional,” kata Menteri Rui Gomes di Kantor Kementerian Keuangan, Dili, selasa.

Katanya, dalam APBN 2022, pemerintah juga mengusulkan $387,3 juta atau 23,1% untuk program perumahan dan inklusif sosial dengan tujuan meningkatkan kondisi hidup.

Selain itu, ungkapnya,  pemerintah juga mulai memperkenalkan program baru “Bolsa da Mae Jerasaun Foun” dengan alokasi dana $13 juta (dana ini tidak termasuk $6,4 juta dari Pemerintah Australia).

Program ini akan diluncurkan di kotamadya Bobonaro, Ainaro dan  RAEOA demi memberikan layanan sosial pada lebih dari 100.000 ibu hamil dan anak-anak.

Program ini akan memberikan tranformasi signifikan untuk pendidikan, kesehatan, nutrisi dan penurunan kemiskinan. Dewan Menteri juga telah memutuskan program tersebut  diperluas ke beberapa kotamadya.

Menteri Rui menegaskan, APBN tahun depan dengan tujuan untuk mencapai perkembangan yang berkualitas serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif melalui peningkatan kehidupan anak-anak di TL.

“Karena jika anak-anak sehat dan berpendidikan maka akan memiliki masa depan dan mereka dipersiapkan untuk memimpin negara ini ke depan,” ungkapnya.

Dalam APBN 2022, pemerintah juga mengadopsi politik Child Marker yang diusul UNICEF untuk memperkuat pemantauan dan evaluasi anggaran pemerintah yang digunakan untuk keadilan dan hak anak.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas APBN secara umum yang fokus pada hak anak.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!