iklan

SOSIAL INKLUSIF

Hari Laut Nasional : Rakyat TL miliki tanggung jawab lestarikan laut sebagai warisan nasional

Hari Laut Nasional : Rakyat TL miliki tanggung jawab lestarikan laut sebagai warisan nasional

Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Urusan Ekonomi serta Menteri Lingkungan Hidup dan Pariwisata, Francisco Kalbuady Lay. Foto Tatoli/Egas Cristóvão

DILI, 02 Juni 2026 (TATOLI)— Pemerintah Konstitusional ke – IX memilih tanggal 05 Juni sebagai peringatan Hari Laut Nasional. Dimana peringatan hari tersebut untuk mengajarkan kepada seluruh rakyat Timor-Leste untuk mereka memiliki tanggung jawab untuk melestarikan laut sebagai warisan nasional dan identitas budaya Timor-Leste.

Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Menteri Pariwisata Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, mengatakan  laut sebagai warisan nasional, sumber penghidupan bagi masyarakat di daerah pesisir, dan elemen penting untuk pembangunan berkelanjutan di negara ini.

“Laut merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Timor -Leste dan warisan yang harus dilestarikan dan dilindungi untuk generasi mendatang,” kata Wakil Perdana Menteri Kalbuadi Lay kepada wartawan di Pusat Konvensi Dili (CCD) Caicoli, Selasa ini.

Ia  mengatakan bahwa Hari Laut Nasional mengingatkan masyarakat Timor-Leste akan tanggung jawab mereka untuk melindungi laut dan  mempromosikan praktik perikanan berkelanjutan, dan memastikan konservasi ekosistem laut yang menopang kehidupan dan pembangunan Timor-Leste.

“Saya menegaskan kembali komitmen saya untuk menerapkan kebijakan dan rencana aksi guna mempromosikan ekonomi maritim yang tangguh dan berkelanjutan di negara kita tercinta, serta prioritas untuk perlindungan lingkungan, memerangi pencemaran laut, dan pengelolaan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan,” katanya.

Dilain lain pihak, Sekretaris Negara untuk Komunikasi Sosial, Expedito Dias Ximenes, menganggap laut sebagai elemen penting dalam kehidupan ekonomi Timor-Leste, sehingga Pemerintah Konstitusional IX juga memprioritaskan ekonomi biru.

“Ekonomi biru yang tangguh dan berkelanjutan itu penting, kita harus menjaga dan melestarikan laut kita,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, organ komunikasi sosial memiliki peran penting untuk menyebarluaskan informasi tentang pentingnya dan nilai tambah yang berasal dari laut.

Sementara itu, Felizarda Magno sebagai masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai di Dili mengatakan selama ini kehidupan mereka bergantung pada sumber daya laut, terutama dalam melakukan kegiatan perikanan.

“Laut Timor kaya akan berbagai sumber daya, terutama terumbu karangnya, jadi kita harus selalu berhati-hati. Begitu pula, kita yang tinggal di dekat laut selalu melakukan kegiatan penangkapan ikan tetapi kita tidak merusak sumber daya kita. Dan, kita hanya menangkap ikan untuk dijual di pasar guna memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

Ia juga mengatakan Pemerintah dan otoritas setempat telah menerapkan larangan ‘tara bandu’ di laut, maka alternatif ini sangat baik untuk menghindari kerusakan ekosistem laut, tetapi harus menanam pohon parapa dan mangrove agar ekosistem laut tetap terjaga dan menyediakan tempat berlindung bagi hewan laut.

Hari Laut Nasional digelar pada 05 Juni berdasarkan keputusan Dewan Menteri. Maka tahun ini Pemerintah kembali merayakannya dengan tema “Mempromosikan dan melindungi laut melalui ‘tara bandu’ untuk masa depan yang berkelanjutan”.

Dalam rangka memperingati Hari Laut Nasional,  Pemerintah melalui Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Menteri Pariwisata Lingkungan Hidup, akan menggelar karavan laut untuk memperkuat komitmen terhadap perlindungan sumber daya laut.

Tim TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!