DILI, 01 Juni 2026 (TATOLI) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan dunia sedang menuju kenaikan suhu global sementara di atas 1,5 derajat Celsius, kondisi yang dinilai dapat memperparah krisis lingkungan, mengancam kesehatan masyarakat dan meningkatkan kerentanan jutaan orang di berbagai negara.
Peringatan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, dalam pesan video memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 05 Juni.
Dalam pesannya, Ia mengatakan tanda-tanda bahaya perubahan iklim kini terlihat di berbagai belahan dunia.
“Sebelas tahun terakhir merupakan sebelas tahun terpanas yang pernah tercatat,” kata António Guterres.
Menurutnya, dampak perubahan iklim tidak hanya berupa kenaikan suhu global, tetapi juga mencakup polusi udara, degradasi lahan, keruntuhan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut telah berdampak langsung pada kesehatan manusia, menghancurkan rumah-rumah warga dan memperburuk krisis pangan dunia.
“Dunia sedang menuju kenaikan sementara di atas 1,5 derajat Celsius. Setiap fraksi kenaikan suhu membawa dampak yang lebih besar, terutama bagi kelompok masyarakat paling rentan,” ujarnya.
António menegaskan bahwa masyarakat internasional harus memastikan kenaikan suhu tersebut tetap sekecil mungkin, berlangsung sesingkat mungkin dan dapat dikendalikan dengan aman sebelum suhu kembali diturunkan.
Untuk mencapai target tersebut, Sekjen PBB menyerukan pengurangan emisi gas rumah kaca secara drastis dan percepatan transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan.
Menurutnya, energi terbarukan menjadi satu-satunya jalan berkelanjutan untuk menekan biaya energi sekaligus memperkuat ketahanan energi global.
Selain itu, António juga meminta negara-negara untuk mempercepat pengurangan emisi metana yang dinilai sebagai salah satu langkah tercepat dan paling murah dalam membatasi pemanasan global jangka pendek.
Ia turut menekankan pentingnya perlindungan terhadap hutan, lahan dan laut, sekaligus membantu masyarakat beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim yang telah terjadi.
Dalam kesempatan tersebut, António kembali mendesak negara-negara maju agar memenuhi komitmen pendanaan iklim bagi negara berkembang guna melindungi kehidupan masyarakat, menjaga mata pencaharian dan memperkuat perekonomian.
“Ini adalah momen untuk bertindak demi lingkungan dan masa depan kita,” tegas António Guterres.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




