DILI, 23 Januari 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, Jose Ramos-Horta berpartisipasi dalam Dialog Diplomasi tentang Myanmar (Diplomacy Dialogue on Myanmar), yang diselenggarakan di Congress Centre di sela-sela Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos.
Dikutip dari laman resmi Kepresidenan Republik yang dikutip TATOLI,pertemuan Dialog Diplomasi tentang Myanmar digelar pada Kamis (22/01). Dimana sesi dialog ini mempertemukan panel terkemuka yang terdiri dari para pemimpin global dan pakar, termasuk Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, Julie Bishop, mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, serta perwakilan dari organisasi internasional ternama seperti Amnesty International, Human Rights Watch, dan Program Pangan Dunia (WFP). Pertemuan ini menjadi platform strategis untuk menganalisis krisis kemanusiaan dan politik yang kompleks yang tengah berlangsung di Myanmar.
Dialog tersebut berfokus pada identifikasi jalur konkret menuju perdamaian, stabilitas, dan rekonsiliasi nasional di Myanmar. Para peserta menganalisis dampak mendalam dari krisis tersebut bagi ASEAN dan keamanan regional secara lebih luas, dengan menekankan perlunya tindakan internasional yang terkoordinasi dan efektif.
Dalam dialog yang mempertemukan perwakilan pemerintah, PBB, dan masyarakat sipil, sesi ini berupaya menyelaraskan berbagai perspektif mengenai pemulihan norma-norma demokrasi, perlindungan hak asasi manusia, serta jaminan ketahanan pangan bagi rakyat Myanmar.
Melalui partisipasinya dalam panel tingkat tinggi ini, Presiden Ramos-Horta menegaskan kembali komitmen teguh Timor-Leste terhadap diplomasi preventif dan multilateralisme. Mengambil inspirasi dari pengalaman sejarah rekonsiliasi nasional Timor-Leste, Kepala Negara menyoroti peran aktif negara tersebut dalam mempromosikan stabilitas dan kepercayaan kawasan.
Keterlibatan dalam dialog ini memperkuat posisi Timor-Leste sebagai suara yang berdedikasi dalam membela perdamaian, hak asasi manusia, dan kerja sama internasional di kawasan Asia Tenggara.
TATOLI




