Akhiri tugas Diplomat, Caitlin: Timor-Leste selalu di hati saya

DILI, 06 November 2026 (TATOLI)–Duta Besar Australia untuk Timor-Leste, Caitlin Wilson, menyampaikan pesan perpisahan penuh haru menjelang berakhirnya masa tugas diplomatiknya di Timor-Leste.
Setelah tiga setengah tahun mengabdi dan menyaksikan berbagai perkembangan penting dalam hubungan bilateral kedua negara, Caitlin mengaku berat meninggalkan Timor-Leste yang telah menjadi bagian istimewa dalam perjalanan hidup dan karier diplomatiknya.
“Sudah waktunya bagi saya untuk melanjutkan babak berikutnya dalam kehidupan saya, tetapi saya juga sangat sedih harus pergi. Timor-Leste akan selalu berada di hati saya. Saya tidak akan pernah melupakan Timor-Leste dan pengalaman luar biasa selama berada di sini,” ungkap Caitlin Wilson kepada wartawan TATOLI di Kantor Pemerintah, Jumat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai pertemuan perpisahan terakhirnya dengan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, yang sekaligus menandai berakhirnya pengabdiannya sebagai perwakilan diplomatik Australia di Timor-Leste.
Berita terkait : NT Chamber dan TL-ABC resmikan penandatanganan perjanjian kerja sama di Dili
Dalam kesempatan itu, Caitlin mengenang perjalanan diplomatiknya selama tiga setengah tahun, yang menurutnya berlangsung pada periode sangat penting dan bersejarah bagi hubungan Australia dan Timor-Leste.
Ia menjelaskan bahwa dirinya telah berada di Timor-Leste sejak menjelang pelaksanaan pemilihan umum hingga terbentuknya Pemerintah Konstitusional Kesembilan yang dipimpin Perdana Menteri Xanana Gusmão.
“Saya berada di sini menjelang pemilihan umum, sebelum terbentuknya Pemerintah Konstitusional Kesembilan. Merupakan suatu kehormatan dan keistimewaan yang luar biasa bagi saya untuk bekerja bersama Perdana Menteri Xanana Gusmão dan Pemerintah Konstitusional Kesembilan selama sedikit lebih dari tiga tahun,” ujarnya.
Caitlin menilai bahwa selama periode tersebut, hubungan kedua negara terus mengalami perkembangan positif, ditandai dengan semakin eratnya kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pengembangan Proyek Minyak dan Gas (Migas) di ladang Greater Sunrise yang menjadi salah satu agenda penting dalam kemitraan dua negara.
Menurutnya, kerja sama yang terbangun tidak hanya mencerminkan hubungan diplomatik antara dua negara bertetangga, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat persahabatan dan kemitraan jangka panjang.
“Selama periode tersebut, sebagaimana kita semua ketahui, hubungan kita terus berkembang dan semakin kuat, dengan sejumlah kemajuan penting, termasuk terkait Greater Sunrise dan berbagai bidang lainnya tempat kita bekerja sama secara erat,” jelasnya.
Caitlin juga menyoroti kunjungan bersejarah Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, ke Timor-Leste pada 2026 sebagai salah satu pencapaian penting dalam hubungan bilateral selama masa penugasannya.
Kunjungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Parceria Foun ba Era Foun atau Kemitraan Baru untuk Era Baru, yang menjadi simbol penguatan hubungan dan kerja sama kedua negara menuju masa depan.
Menurutnya, kemitraan tersebut mencerminkan langkah baru dalam memperdalam hubungan Australia dan Timor-Leste melalui komitmen bersama di berbagai bidang pembangunan dan kepentingan strategis.
“Tahun ini, kita menyaksikan kunjungan bersejarah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan penandatanganan Parceria Foun ba Era Foun. Hal tersebut melambangkan langkah berikutnya dalam memperkuat kerja sama dan kemitraan kita,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kedekatan geografis bukanlah satu-satunya faktor yang menghubungkan kedua negara. Lebih dari itu, hubungan Australia dan Timor-Leste dibangun di atas fondasi persahabatan yang kuat.“Tentu saja kita adalah negara bertetangga, tetapi yang lebih penting, kita adalah sahabat. Persahabatan dan kemitraan ini akan terus tumbuh dan semakin kuat pada tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Caitlin meyakini bahwa hubungan tersebut akan terus diperkuat melalui kerja sama antara para perdana menteri, menteri, serta perwakilan diplomatik kedua negara.
Ia juga mengungkapkan bahwa Duta Besar Australia yang baru dijadwalkan tiba di Timor-Leste sekitar sepuluh hari setelah pertemuan perpisahan tersebut untuk melanjutkan hubungan diplomatik dan kerja sama yang telah terjalin.
Tiga setengah tahun pengabdian yang tak terlupakan
Bagi Caitlin, mengakhiri masa tugas di Timor-Leste bukan sekadar menutup satu babak perjalanan diplomatik, tetapi juga meninggalkan sebuah negara yang telah memberikan pengalaman pribadi dan profesional yang sangat berarti.
Ia mengaku merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan hubungan bilateral kedua negara pada masa yang penuh perubahan dan perkembangan penting.
Meski akan melanjutkan perjalanan kariernya ke tahap berikutnya, pengalaman selama berada di Timor-Leste akan selalu memiliki tempat khusus dalam ingatannya. Caitlin Wilson mulai menjalankan tugas sebagai Kuasa Usaha Australia untuk Timor-Leste pada Mei 2023, sebelum resmi menjabat sebagai Duta Besar Australia sejak Desember 2023.
Selama penugasannya, ia menyaksikan masa transisi politik menuju pembentukan Pemerintah Konstitusional Kesembilan, sekaligus mengikuti berbagai perkembangan hubungan bilateral Australia dan Timor-Leste.
Sebelum ditugaskan di Dili, Caitlin menjabat sebagai Asisten Sekretaris Pertama pada Divisi Efektivitas Pembangunan dan Dukungan di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).
Ia bergabung dengan DFAT pada 2013 dan terlibat dalam persiapan serta pelaksanaan Presidensi Australia pada forum G20 hingga akhir 2014.
Pengalaman diplomatiknya juga mencakup penugasan sebagai Wakil Kepala Misi dan Wakil Perwakilan Tetap Australia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 2015–2017, serta Wakil Kepala Misi dan Wakil Komisaris Tinggi Australia untuk Papua Nugini pada 2018–2021.
Selain itu, Caitlin pernah memimpin salah satu bagian dalam Divisi Kemanusiaan DFAT pada Juni 2021 hingga Oktober 2022, serta memimpin Satuan Tugas COVID-19 untuk kawasan Pasifik pada Mei hingga Juni 2021.
Perjalanan kariernya di bidang pembangunan internasional dimulai jauh sebelum bergabung dengan DFAT. Ia bekerja di Badan Pembangunan Internasional Australia (AusAID) pada 1997–2013, dengan berbagai tanggung jawab dalam kebijakan dan program pembangunan.
Ia juga pernah menjalankan tugas diplomatik di Paris, Prancis, sebagai Konselor Bidang Pembangunan pada Delegasi Australia untuk Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), sekaligus Wakil Perwakilan Tetap untuk Dewan Program Pangan Dunia (WFP) pada 2008–2011.
Pengalaman internasional lainnya mencakup penugasan sebagai Penasihat Hukum dan Keadilan untuk Misi Bantuan Regional Kepulauan Solomon (RAMSI) pada 2003–2005, serta Sekretaris Kedua Bidang Pembangunan di Port Moresby, Papua Nugini, pada 1999–2002.
Caitlin memiliki gelar Magister Pembangunan Internasional, Sarjana Manajemen Bisnis, dan Sarjana Seni. Pengalaman panjangnya dalam diplomasi, pembangunan internasional, kebijakan luar negeri, dan kerja sama multilateral menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya sebagai diplomat Australia.
Mengakhiri pernyataannya, Caitlin kembali menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kesempatan bekerja bersama Pemerintah Timor-Leste selama masa penugasannya.
Bagi diplomat Australia tersebut, masa tugasnya boleh berakhir, tetapi kenangan, pengalaman, dan persahabatan yang terjalin dengan Timor-Leste akan tetap melekat dalam hatinya.
“Timor-Leste akan selalu berada di hati saya. Saya tidak akan pernah melupakan Timor-Leste dan pengalaman luar biasa ini,” tutup Caitlin.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina

