Tujuh perusahaan Selandia Baru akan rekrut 95 pekerja Timor-Leste

DILI, 13 Oktober 2026 (TATOLI) – Sekretariat Negara Urusan Pelatihan Kejuruan dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) menerima kunjungan delegasi tujuh perusahaan pemberi kerja dari Selandia Baru untuk memulai proses perekrutan 95 calon pekerja asal Timor-Leste yang akan ditempatkan di negara tersebut.
Pertemuan berlangsung pada Selasa, di kantor SEFOPE, Caicoli, Dili, dan dihadiri Sekretaris Negara Urusan Pelatihan Kejuruan dan Ketenagakerjaan, Rogério Araújo Mendonça, bersama para pemberi kerja serta perwakilan Kedutaan Besar Selandia Baru di Timor-Leste.
Sekretaris Negara Rogério Araújo Mendonça mengatakan kedatangan tujuh pemberi kerja tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda Timor-Leste, khususnya melalui penempatan tenaga kerja di Selandia Baru.
“Hari ini kami bertemu dengan tujuh pemberi kerja dari Selandia Baru, terdiri atas enam pemberi kerja baru dan satu yang sebelumnya sudah pernah melakukan perekrutan. Mereka akan merekrut sebanyak 95 calon pekerja Timor-Leste untuk bekerja di Selandia Baru,” kata Rogério Araújo Mendonça.
Ia menjelaskan, kehadiran enam pemberi kerja baru tersebut merupakan hasil dari promosi yang dilakukan sejumlah perusahaan Selandia Baru yang sebelumnya telah merekrut tenaga kerja asal Timor-Leste.
Menurutnya, perusahaan seperti Mr Apple dan Hortus, yang telah memiliki pengalaman dalam merekrut pekerja Timor-Leste, turut memperkenalkan potensi tenaga kerja negara tersebut kepada perusahaan lain melalui berbagai kegiatan promosi di Selandia Baru.
“Perusahaan yang sebelumnya telah melakukan perekrutan, seperti Mr Apple, Hortus, dan perusahaan lainnya, kembali ke Selandia Baru dan mempromosikan tenaga kerja Timor-Leste kepada pemberi kerja lain melalui kegiatan pameran yang diselenggarakan di sana,” jelasnya.
Rogério menambahkan, Pemerintah Timor-Leste melalui SEFOPE juga menerima undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan promosi tersebut. Melalui kegiatan itu, sejumlah perusahaan Selandia Baru kemudian menghubungi SEFOPE untuk menjalin kerja sama perekrutan tenaga kerja asal Timor-Leste.
“Pemerintah Timor-Leste melalui SEFOPE juga mendapat undangan untuk berpartisipasi. Setelah itu, para pemberi kerja menghubungi SEFOPE untuk melakukan perekrutan bagi generasi muda kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rogério mengungkapkan bahwa delegasi pemberi kerja tersebut dijadwalkan berada di Timor-Leste selama satu minggu untuk melaksanakan proses perekrutan sesuai agenda yang telah disiapkan.
Selain melakukan seleksi terhadap calon pekerja, delegasi tersebut juga akan mengunjungi sejumlah kotamadya untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta potensi tenaga kerja di berbagai wilayah Timor-Leste.
“Proses perekrutan akan dimulai hari ini dan berlanjut pada hari-hari berikutnya. Para pemberi kerja akan berada di Timor-Leste selama satu minggu sesuai agenda yang telah disiapkan. Mereka juga akan mengunjungi sejumlah kotamadya untuk melihat kondisi di wilayah tersebut,” katanya.
Enam perusahaan bergerak di sektor pertanian dan hortikultura
Berdasarkan informasi yang dihimpun TATOLI dari profil perusahaan di Selandia Baru, sebagian besar pemberi kerja yang mengikuti kegiatan perekrutan tersebut bergerak di bidang hortikultura, perkebunan buah-buahan, pengemasan hasil pertanian, serta penyediaan tenaga kerja musiman.
Enam perusahaan dan organisasi yang disebutkan dalam kegiatan tersebut meliputi Mr Apple, Trevelyan’s, EastPack, Seasonal Solutions Cooperative, Birdhurst, dan Thornhill.
Mr Apple merupakan perusahaan perkebunan dan eksportir apel yang berbasis di Hawke’s Bay, Selandia Baru. Perusahaan tersebut menjalankan kegiatan produksi mulai dari pemeliharaan perkebunan, pemetikan buah, penyortiran, pengemasan hingga ekspor apel ke pasar internasional.
Mr Apple juga dikenal sebagai salah satu perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja musiman melalui program Recognised Seasonal Employer (RSE), termasuk dalam kegiatan perkebunan dan pengemasan hasil panen.
Sementara itu, Trevelyan’s merupakan perusahaan yang berbasis di Te Puke, kawasan Bay of Plenty, dengan kegiatan utama pengemasan dan penyimpanan buah kiwi serta alpukat.
Perusahaan keluarga yang memulai kegiatan usahanya pada 1965 tersebut mengelola sejumlah fasilitas pengemasan dan ruang penyimpanan dingin untuk mendukung industri buah-buahan di Selandia Baru.
Perusahaan lainnya, EastPack, juga bergerak di industri buah kiwi, terutama dalam kegiatan pengemasan, penyimpanan dan pengelolaan hasil panen sebelum didistribusikan ke pasar.
EastPack merupakan perusahaan yang dimiliki para petani pemasok dan memiliki fasilitas operasional di kawasan Bay of Plenty. Kegiatan perusahaan tersebut mencakup penyortiran buah, pengemasan, serta penyimpanan hasil panen menggunakan fasilitas pendingin.
Selain perusahaan perkebunan dan pengemasan buah, terdapat Seasonal Solutions Cooperative, yaitu koperasi penyedia tenaga kerja musiman yang berbasis di Alexandra, kawasan Central Otago.
Koperasi tersebut membantu perusahaan pertanian, perkebunan buah, dan perkebunan anggur memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan musim panen dan kegiatan pemeliharaan tanaman.
Seasonal Solutions Cooperative juga memiliki pengalaman dalam pengelolaan tenaga kerja internasional melalui program RSE, yang memungkinkan perusahaan pertanian Selandia Baru mempekerjakan tenaga kerja musiman dari negara-negara yang memenuhi persyaratan.
Selanjutnya, Birdhurst Orchards merupakan perusahaan perkebunan buah yang berbasis di Motueka, kawasan Tasman, Pulau Selatan Selandia Baru.
Perusahaan tersebut mengelola kegiatan perkebunan apel dan kiwi, termasuk pemetikan, pengemasan, pengendalian kualitas, serta kegiatan terkait distribusi hasil pertanian.
Sementara itu, Thornhill merupakan perusahaan penyedia tenaga kerja untuk sektor hortikultura dan vitikultura atau budidaya anggur.
Perusahaan tersebut beroperasi di sejumlah kawasan pertanian Selandia Baru, termasuk Hawke’s Bay, Marlborough, dan Gisborne, dengan menyediakan tenaga kerja untuk kegiatan perkebunan buah, pemangkasan tanaman anggur, dan pekerjaan pertanian musiman lainnya.
Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa peluang penempatan pekerja Timor-Leste di Selandia Baru berkaitan erat dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian dan hortikultura.
Meski demikian, SEFOPE belum merinci jumlah calon pekerja yang akan direkrut oleh masing-masing perusahaan, jenis pekerjaan yang akan diberikan, maupun pembagian lokasi penempatan dari total 95 calon pekerja tersebut.
Kunjungan delegasi pemberi kerja Selandia Baru tersebut turut didampingi perwakilan Kementerian Bisnis, Inovasi, dan Ketenagakerjaan Selandia Baru (MBIE), serta dihadiri Helen Tunnah dari Kedutaan Besar Selandia Baru di Timor-Leste, bersama para Direktur Jenderal dan Direktur Nasional di lingkungan SEFOPE.
Kegiatan perekrutan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama ketenagakerjaan antara Timor-Leste dan Selandia Baru, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Timor-Leste untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan keterampilan profesional, serta mendapatkan penghasilan melalui kesempatan kerja di luar negeri.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

