Dokter gigi dari Singapura beri pelayanan kesehatan gigi pada 1.500 lebih anak di Venilale

DILI, 17 September 2026 (TATOLI) – Duta Besar Singapura di Timor-Leste, Teo Lay Cheng melihat langsung kegiatan 13 tenaga profesional dokter gigi senior dari Singapura yang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada lebih dari 1.500 anak usia sekolah yang kurang terjangkau dengan layanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada 1.500 lebih anak itu dilakukan di Klinik Maria Auxiliadora di Pos Adminsitratif Venilale, Kotamadya Baucau pada Kamis (17/09). Berdasarkan agenda, pelayanan kesehatan gigi dan mulut itu dilakukan mulai tanggal 17-23 september 2026.
Berdasarkan siaran pers dari Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura di Timor-Leste yang diakses, disebutkan bahwa, pada 17 September itu, Duta Besar Teo Lay Cheng mengunjungi langsung Klinik Maria Auxiliadora di Venilale untuk meninjau secara langsung kegiatan yang dilakukan misi perawatan gigi dari National University of Singapore (NUS).
Misi yang berlangsung selama sepekan hingga 23 September ini melibatkan 13 tenaga profesional dokter gigi senior dari Singapura untuk memberikan layanan pencabutan gigi darurat, perawatan preventif, dan edukasi kebersihan mulut kepada lebih dari 1.500 anak usia sekolah yang kurang terjangkau layanan kesehatan.
Sebagai alumnus NUS, Duta Besar Teo mengapresiasi tim dokter gigi tersebut karena telah meluangkan waktu dan keahlian mereka untuk melayani masyarakat di Timor-Leste. “Mereka telah membawa peralatan dan perlengkapan medis yang mungkin sulit diperoleh secara lokal. Namun yang lebih penting, tim ini juga membawa pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman luas untuk dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menyoroti kunjungan Perdana Menteri Lawrence Wong ke Timor-Leste pada bulan Juli lalu, yang merupakan kunjungan pertama seorang Perdana Menteri Singapura—Duta Besar Teo menekankan pentingnya memperkuat hubungan antarwarga di samping hubungan antarpemerintah.
Ia berharap keberhasilan misi tersebut akan menginspirasi lebih banyak warga Singapura untuk berkontribusi bagi Timor-Leste dengan cara mereka masing-masing. “Setiap upaya—baik besar maupun kecil—dapat membantu mendekatkan Timor-Leste dengan keluarga ASEAN serta mempererat ikatan antara masyarakat kita,” ujarnya.

Foto bersama disela-sela memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada anak di Klinik Maria Auxiliadora di Pos Adminsitratif Venilale, Kotamadya Baucau. Foto Kedubes Singapura
Duta Besar Teo juga menyampaikan terima kasih kepada para Suster Salesian yang telah memfasilitasi kiprah para sukarelawan. “Dengan jangkauan global yang luas dan rekam jejak yang terpercaya, misi layanan gigi ini tidak mungkin mendapatkan mitra yang lebih baik lagi,” ujarnya. “Terima kasih juga telah merawat tim ini dengan sangat baik.”
Pemimpin misi, Dr. Eugene Loh, mengatakan bahwa tim merasa terhormat mendapatkan dukungan dari para dokter gigi sukarelawan senior yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam berbagai misi di seluruh dunia. Ia berkata, “Dalam misi ke Timor-Leste ini, kami menemukan makna saat menyadari bahwa misi kesehatan gigi bukan sekadar soal jumlah gigi yang kami cabut atau aplikasi fluoride yang kami lakukan.” Dr. Loh.
Ia menambahkan, keramahan masyarakat Timor-Leste, warga setempat, serta para penerjemah yang bekerja bahu-membahu bersama kami dalam merawat pasien mengingatkan tim dokter bahwa proses penyembuhan senantiasa merupakan sebuah kolaborasi dua arah yang melibatkan kerja sama bersama.”
Selain itu, Suster Carolina Maria Correia, FMA, Direktur Komunitas St. Mary Mazzarello di Venilale, mengatakan bahwa misi tersebut sangat bermakna bagi anak-anak yang menerima perawatan.
“Kasih adalah inti dari iman kita. Para penerima manfaatnya adalah murid-murid yang membutuhkan perawatan kesehatan gigi dan mulut; mereka adalah harapan besar bagi masa depan. Merekalah alasannya, dan mereka perlu merasa bahwa mereka dikasihi, diingat, dan berharga.”
Suster Carolina juga menyambut baik kunjungan Duta Besar Teo ke klinik tersebut, seraya mengatakan bahwa kunjungan itu menunjukkan kepada anak-anak bahwa mereka mendapatkan perhatian dari pihak-pihak di luar komunitas mereka sendiri.
“Kehadiran Anda di sini menjadikan momen ini semakin istimewa. Hal ini mencerminkan kasih sayang, dukungan, dan kedekatan Anda dengan rakyat Timor-Leste melalui masyarakat Venilale. Ini mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian, dan bahwa semangat welas asih melampaui segala batas dan bangsa,” katanya.
Misi kedokteran gigi NUS merupakan contoh dari semakin eratnya hubungan antarwarga antara Singapura dan Timor-Leste, di mana warga Singapura meluangkan waktu serta menyumbangkan keahlian dan sumber daya mereka untuk mendukung masyarakat di Timor-Leste.
Tim TATOLI

