Zhao Chuang: Qinzhou jadi pintu gerbang China untuk kerja sama dengan ASEAN

QINZHOU, 16 September 2026 (TATOLI) – Wakil Wali Kota Pemerintah Rakyat Kota Qinzhou, Zhao Chuang, menegaskan posisi strategis Qinzhou sebagai pintu gerbang China dalam memperkuat konektivitas, perdagangan dan kerja sama ekonomi dengan negara-negara ASEAN.
Hal itu disampaikan Zhao Chuang dalam jamuan makan malam bersama delegasi media dari negara-negara ASEAN di Qinzhou Tianjiao International Hotel, Selasa (15/09) malam. Pertemuan tersebut digelar setelah para jurnalis menyelesaikan rangkaian kunjungan ke sejumlah lokasi strategis di Qinzhou.
“Qinzhou berada di pusat Zona Ekonomi Teluk Beibu Guangxi dan berfungsi sebagai pelabuhan bagi tiga rute utama New International Land-Sea Trade Corridor, serta berada di garis depan keterbukaan dan kerja sama China dengan ASEAN,” kata Zhao Chuang.
Menurutnya, posisi geografis Qinzhou akan semakin strategis dengan kehadiran Kanal Pinglu, yang dirancang untuk menciptakan jalur transportasi antarmoda sungai-laut yang lebih pendek, ekonomis dan praktis antara wilayah barat daya China dan ASEAN.

Wakil Wali Kota Pemerintah Rakyat Kota Qinzhou, Zhao Chuang. Foto TATOLI/Cidalia Fatima
Ia menyebut Kanal Pinglu sebagai proyek penting yang mewujudkan impian selama satu abad sekaligus akan membuka lebih besar potensi Qinzhou sebagai pusat penghubung perdagangan.
“Jalur air emas ini akan menciptakan koridor transportasi sungai-laut yang paling pendek, ekonomis dan nyaman untuk menghubungkan China barat daya dengan ASEAN,” ujarnya.
Berita terkait : Jurnalis ASEAN telusuri kekayaan musik etnik dan sejarah Guangxi
Zhao menjelaskan dampak pembangunan Kanal Pinglu terhadap perekonomian Qinzhou mulai terlihat. Sejak awal tahun ini, lima perusahaan manufaktur telah mengonfirmasi rencana investasi dengan nilai lebih dari 10 miliar yuan di Qinzhou selama periode Rencana Lima Tahun ke-15.
Pada semester pertama tahun ini, produk domestik bruto (PDB) Qinzhou juga tumbuh 7,2 persen, yang menurut Zhao menempatkan kota tersebut pada posisi pertama dalam pertumbuhan ekonomi di Daerah Otonom Guangxi Zhuang.
Selain memperkuat konektivitas, Qinzhou tengah mengembangkan klaster industri yang berfokus pada petrokimia hijau, material energi baru dan manufaktur peralatan.
Kota tersebut juga memiliki sejumlah platform keterbukaan tingkat nasional, termasuk China-Malaysia Qinzhou Industrial Park dan kawasan Pelabuhan Qinzhou dalam zona perdagangan bebas, yang menjadi sarana penting bagi kolaborasi industri serta pertukaran ekonomi dan perdagangan antara China dan ASEAN.
Sebelum menghadiri jamuan makan malam, delegasi media ASEAN mengunjungi Qinzhou Port Base of Western Land-Sea New Corridor Integrated Cold Chain Logistics. Fasilitas tersebut mendukung penyimpanan, pemrosesan dan distribusi produk yang membutuhkan pengendalian suhu, seperti buah-buahan, daging dan produk laut.
Delegasi juga mengunjungi Qinzhou Blue Bay untuk melihat pengembangan dan pelestarian ekosistem pesisir, termasuk mangrove, sebelum mengenal warisan budaya lokal melalui kunjungan ke Qinzhou Nixing Pottery Museum, tempat para peserta berkesempatan mencoba langsung pembuatan dan pengukiran tembikar tradisional.
Dalam sambutannya, Zhao turut menekankan peran jurnalis ASEAN dalam memperkenalkan perkembangan Qinzhou kepada masyarakat internasional. Menurutnya, media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi penghubung dalam pertukaran budaya dan kerja sama antarnegara.
“Kalian merupakan jembatan penting yang menghubungkan Qinzhou dengan dunia dan membantu dunia mengenal Qinzhou,” katanya.

Ia berharap para jurnalis dapat melihat langsung perkembangan Qinzhou selama kunjungan dan membawa cerita mengenai kota tersebut, termasuk peluang kerja sama dan hubungan persahabatan dengan ASEAN, kepada masyarakat di negara masing-masing.
Berita terkait : Dua Jurnalis TATOLI Ikuti ASEAN Media Workshop di China
Sementara itu, jurnalis National Broadcasting Services of Thailand (NBT), Maneenat Onpanna, mewakili delegasi media ASEAN menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kota Qinzhou.
Ia mengatakan kunjungan ke Qinzhou memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk melihat secara langsung perkembangan kota pesisir tersebut, termasuk peran Pelabuhan Qinzhou dalam jalur perdagangan internasional yang menghubungkan China dengan Asia Tenggara dan pasar global.
Maneenat berharap para jurnalis dapat membawa lebih banyak cerita mengenai Qinzhou untuk dibagikan kepada masyarakat di negara-negara ASEAN.
Jamuan makan malam tersebut menutup rangkaian kunjungan delegasi media ASEAN di Qinzhou pada hari pertama. Para peserta dijadwalkan melanjutkan agenda di kota tersebut sebelum kembali menuju Nanning untuk mengikuti rangkaian kegiatan China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS).
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

