Top

Parlemen Nasional gelar sidang legislatif ke – IV

Parlamen Nasional (PN) mengggelar Sidang Pembukaan Legislatif Ke-IV. Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 15 September 2026 (TATOLI) – Parlamen Nasional (PN) mengggelar Sidang Pembukaan Legislatif Ke-IV   Parlemen Nasional (PN) Selasa ini,  dengan dihadiri Presiden Republik, Jose Ramos Horta. Dalam pembukaan sidang  Legislatif itu, fraksi-fraksi partai di parlemen menyoroti simbolisme pembaruan komitmen untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Anggota Parlemen dari Fraksi  Partai CNRT, Patrocínio dos Reis Fernandes, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kinerja Parlemen Nasional dalam menjalankan fungsi legislatifnya. Sepanjang tahun ini, lembaga berdaulat tersebut telah menunjukkan tanggung jawab tinggi dalam menunaikan mandat yang tertuang dalam Konstitusi secara sukses.

“Dari satu periode legislatif ke periode berikutnya, Parlemen terus menunjukkan produktivitas dan kinerja yang tinggi dalam menjalankan fungsi utamanya, yakni legislasi, pengawasan, dan perumusan kebijakan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kinerja ini merupakan bukti nyata bahwa Parlemen telah memenuhi mandat serta kepercayaan yang diberikan oleh rakyat. Melalui pelaksanaan tugas pengawasan yang ketat tahun ini, Parlemen berhasil mengidentifikasi berbagai kekurangan dalam pelayanan publik serta tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, sekaligus memberikan rekomendasi terkait hal-hal tersebut.

Perdana Menteri, Xanana Gusmão hadir dalam pembukaan Sidang Legislatif Ke-IV Parlemen Nasional. Foto TATOLI/Egas Cristóvão

“Menanggapi hal tersebut, Pemerintah ke-IX  segera mengambil langkah untuk melakukan perbaikan, meningkatkan kinerja, serta memperbaiki kualitas layanan bagi masyarakat kita. Oleh karena itu, kita melihat penyelenggaraan layanan publik—baik di tingkat administratif, distrik, maupun desa—mulai berjalan dengan lancar dan efisien,” ujarnya.

Patrocínio menyatakan bahwa fakta-fakta ini membuktikan bahwa Pemerintah melindungi dan menjamin hak-hak dasar seluruh warga negara untuk memperoleh manfaat dari segala aspek pembangunan.

Sementara itu, anggota Parlemen dari Fraksi  Partai Demokrat (PD), Manuel Henrique Noronha, mengakui bahwa pada masa sidang legislatif sebelumnya, para anggota parlemen telah menjalankan tugas mereka dengan tanggung jawab kelembagaan demi menjamin keberlanjutan fungsi legislasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan politik.

Oleh karena itu, pembukaan sidang istimewa ini melambangkan pembaruan komitmen politik, hukum, dan konstitusional dari semua pihak untuk memperkuat institusi negara hukum yang demokratis serta kedaulatan, sekaligus meningkatkan taraf hidup rakyat Timor-Leste.

“Fraksi ini mengakui bahwa Parlemen, sebagai lembaga perwakilan rakyat Timor-Leste, merupakan ruang demokratis bagi representasi rakyat. Rakyat memercayakan para pemimpin politik untuk memanfaatkan ruang ini dengan sebaik-baiknya—guna berbagi gagasan dan kepekaan politik, membangun komitmen, menetapkan norma hukum, serta mengesahkan undang-undang—demi menjawab aspirasi dan kebutuhan rakyat maupun negara,” ujarnya.

PD menilai bahwa Pemerintah telah mencapai kemajuan selama masa sidang legislatif pertama hingga ketiga, termasuk dalam pembangunan dan penguatan lembaga-lembaga negara, perdamaian dan keamanan, stabilitas pemerintahan, serta kehadiran Timor-Leste di kancah internasional.

Ketua Parlemen Nasional Maria Fernanda Lay menyambut Presiden Republik José Ramos Horta di Parlemen Nasional. Foto TATOLI/Egas Cristóvão

Di sisi lain, Ketua Fraksi dari Partai PLP, Maria Angelina Sarmento Lopes, merasa prihatin karena lembaga legislatif tersebut belum menunjukkan produktivitas sebagai badan pembuat undang-undang.

Menurutnya, Pemerintah tidak melakukan konsultasi yang memadai untuk menetapkan undang-undang prioritas yang perlu dibahas dan disahkan oleh Parlemen. “Dengan banyaknya rancangan undang-undang yang tertunda, sering kali tidak ada agenda sidang paripurna, hal ini terjadi karena selama masa reses baru-baru ini, komite tetap tidak menjalankan fungsinya secara optimal akibat tidak adanya pemanggilan sidang selama dua bulan,” katanya.

Anggota parlemen tersebut menyatakan bahwa Parlemen Nasional perlu menyusun agenda kebijakan legislatif yang jelas dan mengedepankan konsensus sebagai strategi—terutama untuk agenda-agenda besar seperti revisi Konstitusi—guna menegaskan kembali prinsip nilai-nilai demokrasi bersama serta memperbarui komitmen politik untuk mempertahankan dan mengawal jalannya serta perkembangan demokrasi di negara Timor-Leste.

Sementara itu, Ketua Fraksi dari Partai  KHUNTO, António Verdial de Sousa, juga menyerukan semangat persatuan dan tanggung jawab.

Di sisi lain, Ketua Fraksi Partai FRETILIN, Aniceto Guterres, mengajak untuk merefleksikan kinerja sebagai wakil rakyat dalam melakukan pengawasan serta pengambilan keputusan politik yang tepat, jujur, adil, dan mewakili kepentingan seluruh rakyat Timor-Leste.

Menurutnya, Timor-Leste sedang menghadapi masalah besar di sektor sosial, politik, hukum, dan ekonomi akibat kurangnya pengawasan yang berlandaskan kejujuran, keadilan, dan tata kelola pemerintahan yang baik terhadap lembaga berdaulat ini.

“Saya ingin mengingatkan Pemerintah bahwa perbedaan partai tidak boleh menjadi penghalang untuk saling mendengarkan demi menyelamatkan rakyat,” tegasnya.

Turut hadir dalam upacara pembukaan sidang istimewa tersebut adalah Presiden Republik José Ramos-Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmão, Ketua Pengadilan Banding Afonso Carmona, para anggota Pemerintah, korps diplomatik, serta tamu undangan lainnya.

Tim TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!