Top

Erupsi gunung Anak Krakatau hambat kepulangan PM Xanana Gusmão ke Dili

Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 07 September 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, belum dapat kembali ke Dili sesuai jadwal pada Senin (07/09), setelah penerbangan terganggu akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia.

Berdasarkan informasi agenda resmi Perdana Menteri, Xanana Gusmão masih berada di Indonesia karena pesawat belum dapat melakukan penerbangan akibat dampak abu vulkanik yang telah menjangkau Jakarta, termasuk kawasan penerbangan di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Gangguan tersebut merupakan dampak dari rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 04 September 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia menyatakan telah meningkatkan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau serta dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan dan kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Berdasarkan analisis citra satelit BMKG pada Minggu (06/09) pukul 08.00 WIB, terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu. Abu vulkanik terbawa angin pada ketinggian berbeda sehingga berpotensi memengaruhi jalur penerbangan.

BMKG juga mencatat bahwa Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta telah menerbitkan peringatan dini penerbangan atau Significant Meteorological Information (SIGMET) pertama setelah erupsi pada 4 September sekitar pukul 23.23 WIB. Hingga 6 September, sebanyak 18 SIGMET telah diterbitkan secara berkala untuk mendukung keselamatan navigasi udara.

Erupsi tersebut juga menjadi perhatian karena Gunung Anak Krakatau berada di kawasan Selat Sunda. Namun, berdasarkan pemantauan multi-sensor Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) hingga 6 September pukul 07.30 WIB, BMKG tidak menemukan anomali muka laut yang mengindikasikan tsunami akibat rangkaian erupsi tersebut.

Xanana berada di Indonesia untuk agenda batas maritim

Keberadaan Xanana Gusmão di Indonesia merupakan bagian dari kunjungan kerja yang dimulai sejak 29 Agustus 2026 dengan sejumlah agenda bilateral, termasuk proses penyelesaian batas maritim antara Timor-Leste dan Indonesia.

Pemerintah Timor-Leste sebelumnya mengumumkan bahwa kunjungan tersebut mencakup putaran keempat perundingan formal delimitasi batas maritim Timor-Leste–Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada 01 September.

Perundingan batas maritim kedua negara dimulai pada Agustus 2025 di Dili dengan penetapan prinsip-prinsip panduan proses negosiasi. Putaran kedua berlangsung di Yogyakarta pada Desember 2025 dan putaran ketiga di Singapura pada April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Xanana didampingi Kepala Staf Perdana Menteri sekaligus Direktur Eksekutif Kantor Batas Darat dan Maritim, Elizabeth Exposto.

Agenda Xanana di Indonesia juga mencakup kunjungan ke Coral Triangle Center (CTC) di Sanur, Bali, menghadiri misa penghormatan bagi tiga mantan pemimpin Gereja Katolik yang jenazahnya dipulangkan ke Timor-Leste, serta sejumlah agenda di Jakarta.

Perdana Menteri juga melakukan kunjungan persahabatan dengan mantan Presiden Indonesia Joko Widodo di kediaman pribadinya di Solo, Jawa Tengah, pada 4 September 2026.

Sebelumnya, Pemerintah Timor-Leste menjadwalkan Perdana Menteri bersama delegasi nasional kembali ke Timor-Leste pada 07 September 2026. Namun, kondisi penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat kepulangannya ke Dili belum dapat dilakukan sesuai jadwal.

Hingga saat ini, belum diinformasikan jadwal baru kepulangan Perdana Menteri ke Timor-Leste. Kepulangan akan bergantung pada perkembangan kondisi penerbangan dan keselamatan jalur udara terdampak sebaran abu vulkanik. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!