Perundingan Batas Maritim TL – Indonesia untuk putaran kelima dijadwalkan pada Desember

DILI, 04 September 2026 (TATOLI) – Timor-Leste dan Indonesia akan melanjutkan putaran kelima perundingan mengenai penetapan batas maritim pada Desember mendatang di Dili.
Menurut dokumen Pemerintah, keputusan tersebut diambil setelah selesainya putaran keempat perundingan yang berlangsung pada 1 hingga 3 September di Jakarta, Indonesia.
Kepala Kantor Perdana Menteri sekaligus Direktur Eksekutif Kantor Perbatasan Darat dan Maritim, Elizabeth Exposto, yang memimpin delegasi Timor-Leste, mengatakan bahwa putaran keempat merupakan kelanjutan dari pembahasan pada putaran ketiga yang berlangsung di Singapura.
Ia mengingatkan bahwa putaran pertama perundingan dilaksanakan pada Agustus 2025 di Dili, putaran kedua pada Desember tahun yang sama di Yogyakarta, dan putaran ketiga pada April tahun ini di Singapura.
Elizabeth Exposto menjelaskan bahwa berbeda dengan putaran ketiga, ketika Timor-Leste bertindak sebagai negara tuan rumah, pada putaran keempat Indonesia mengambil tanggung jawab sebagai tuan rumah pertemuan.
Putaran ini juga menjadi pertemuan pertama Elizabeth Exposto dengan pemimpin baru delegasi Indonesia, Duta Besar Ricky Suhendar, yang menggantikan Laurentius Amrih Jinangkung, yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belanda.
“Ini adalah pertama kalinya saya bertemu dengan mitra baru saya dalam perundingan ini, Duta Besar Ricky Suhendar. Ini merupakan kesempatan bagi kami untuk saling mengenal lebih baik, termasuk gaya kepemimpinannya, cara ia menjalankan perundingan dan diskusi, serta bagaimana ia memimpin delegasinya,” kata Elizabeth Exposto dalam pernyataan Pemerintah yang diperoleh TATOLI.
Ketua delegasi Timor-Leste itu juga mengatakan bahwa proses perundingan mengenai penetapan batas maritim “tidak sederhana karena melibatkan aspek hukum dan teknis, termasuk hukum internasional, hukum laut, kartografi, geografi, serta isu-isu politik”.
“Karena kompleksitas tersebut, pembahasan harus dilakukan dengan hati-hati, dengan berupaya memahami posisi Indonesia dan menjelaskan posisi Timor-Leste, guna menemukan titik temu dan mendekatkan posisi kedua negara. Masalah batas maritim sangat penting dan membutuhkan waktu untuk diselesaikan. Beberapa pertemuan juga masih akan diperlukan,” tegasnya.
Dalam putaran keempat, delegasi kedua negara kembali menegaskan keinginan dan komitmen mereka untuk menemukan solusi yang adil terkait batas maritim, sesuai dengan hukum internasional dan dapat diterima oleh masyarakat kedua negara.
Elizabeth Exposto juga mengatakan bahwa pembahasan selama putaran keempat berlangsung secara positif dan kedua delegasi berhasil melanjutkan proses perundingan dalam semangat kerja sama dan komitmen bersama.
Reporter: Afonso do Rosário (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor: Armandina Moniz

