Top

KRP setujui US$80 ribu lindungi situs fosil Lesululi

Ketua IGTL, Job Brites dos Santos. Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 28 Agustus 2026 (TATOLI)–Komite Peninjauan Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (KRP) 2027 menyetujui anggaran senilai US$80 ribu untuk pembangunan tembok pelindung di situs Lesululi, Kotamadya Bobonaro, yang dinilai sebagai lokasi penting penemuan fosil iktiosaurus.

Ketua Institut Geosains Timor-Leste (IGTL), Job Brites, mengatakan IGTL mengusulkan tambahan anggaran lebih dari US$1,1 juta untuk tahun 2027, termasuk alokasi dana bagi pembangunan tembok pelindung di situs Lesululi.

Ia menjelaskan, Kementerian Keuangan sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sebesar US$4,8 juta untuk IGTL. Namun, mempertimbangkan sejumlah kebutuhan yang ada, IGTL mengajukan tambahan lebih dari US$1,1 juta yang telah mendapatkan persetujuan dari komite tersebut.

“Kami telah mengajukan proposal tersebut dan mendapat persetujuan dari KRP. Dengan demikian, anggaran kami menjadi sekitar US$5,9 juta. Dalam anggaran tersebut juga termasuk dana yang kami siapkan untuk mendukung dan membangun infrastruktur dasar di Lesululi. Kami menganggap pembangunan ini masuk dalam kategori modal pembangunan, sehingga kami mengusulkan US$80 ribu untuk menyediakan fasilitas dasar tersebut,” kata Job Brites.

Berita terkait : IGTL temukan fosil Pterosaurus, Perkuat potensi Lesululi sebagai situs geologi

Ia menegaskan, dalam anggaran IGTL 2027, salah satu prioritas utama adalah memberikan perhatian terhadap situs Lesululi karena warisan geologi di lokasi tersebut memiliki nilai yang sangat penting.

Menurutnya, persetujuan anggaran tersebut sangat penting, terutama karena Presiden Republik José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão telah mengunjungi situs Lesululi dan meminta pembangunan tembok pelindung untuk mencegah kerusakan di lokasi tersebut.

Job Brites mengatakan, sebelumnya IGTL belum dapat membangun tembok pelindung karena keterbatasan anggaran.

“Anggarannya sudah disetujui, sehingga tahun depan IGTL dapat mulai melakukan pembangunan. Kita semua mengetahui bahwa bulan lalu IGTL mengundang Presiden Global Geoparks Network (GGN) untuk mengunjungi Timor-Leste. Setelah mengunjungi Lesululi, dinyatakan bahwa lokasi tersebut berpotensi menjadi kandidat Geopark UNESCO,” ujarnya.

Karena itu, menurut Job Brites, situs Lesululi perlu dilindungi dari berbagai aktivitas yang dapat menyebabkan kerusakan, terutama dalam mendukung proses pencalonannya sebagai Geopark UNESCO.

“Ini akan menjadi salah satu situs penting yang dapat menarik pengunjung secara lebih spesifik, khususnya mereka yang tertarik melihat berbagai peninggalan dan objek ilmiah,” katanya.

Job Brites menambahkan, saat ini terdapat 251 UNESCO Global Geoparks yang tersebar di 51 negara. Berdasarkan data statistik tahun lalu, seluruh geopark tersebut menarik sekitar 500 juta pengunjung.

“Jika Timor-Leste bisa mendapatkan dua persen saja dari 500 juta pengunjung tersebut, hal itu sudah dapat memberikan pendapatan yang besar bagi masyarakat lokal. Ini akan memberikan dampak sosial ekonomi kepada masyarakat serta membantu pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Reporter     : Arminda Fonseca (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor          : Julia Chatarina

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!