Top

CTL, E.P pelajari pengelolaan infrastruktur digital di BATIC 2026

Ilustrasi infrastruktur digital. Foto/google

DILI, 27 Agustus 2026 (TATOLI)–Delegasi Timor-Leste melalui Cabo Timor-Leste, Empresa Pública (CTL, E.P) berpartisipasi dalam Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, untuk memperoleh pengalaman dan memperluas kerja sama dalam mendukung pengembangan sektor telekomunikasi di Timor-Leste.

Dalam siaran pers yang diterisma TATOLI dsiebutkan, delegasi dipimpin Ketua Dewan Umum CTL, E.P yang juga Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, didampingi Koordinator Umum CTL, E.P, Pedro Lay, Direktur Jenderal Komunikasi, Ambrosio Amaral, dan Direktur DNIK, Pedro Amaral.

BATIC 2026 merupakan konferensi internasional tahunan mengenai telekomunikasi dan ekosistem digital yang diselenggarakan Telin, bagian dari Telkom Indonesia Group. Edisi ke-11 tersebut berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, pada 24 hingga 28 Agustus 2026 dengan tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress.”

Berita terkait : Fasilitasi sektor swasta, Menteri Miguel perbarui regulasi telekomunikasi di TL

Konferensi tersebut mempertemukan ribuan peserta dari puluhan negara dan ratusan perusahaan di dunia untuk membahas perkembangan industri telekomunikasi dan ekosistem digital.

Menteri Miguel mengatakan keikutsertaan CTL, E.P dalam konferensi tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari pengalaman berbagai negara, pemerintah, perusahaan, operator dan penyedia layanan internet dalam mengembangkan sektor telekomunikasi.

“Forum ini tidak hanya mempertemukan perwakilan pemerintah, tetapi juga perusahaan, operator dan penyedia internet dari berbagai perusahaan besar. Hari ini kita mengikuti presentasi mengenai peran pemerintah dan bagaimana bekerja sama dengan sektor swasta untuk mengembangkan sektor telekomunikasi,” katanya dalam siaran pers.

Menurutnya, sebagai perusahaan publik yang baru dibentuk, CTL, E.P perlu memanfaatkan forum internasional tersebut untuk memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan dalam pengembangan perusahaan, termasuk pengelolaan infrastruktur serat optik Timor-Leste.

“CTL, E.P sebagai perusahaan baru datang bersama delegasi untuk terus mengikuti diskusi ini sehingga kita dapat memperoleh pengalaman mengenai bagaimana bekerja sama dengan mitra di sektor telekomunikasi untuk mengembangkan CTL, E.P dan bagaimana mengelola serat optik kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan delegasi Timor-Leste juga mengikuti pemaparan mengenai peran pemerintah dalam membangun regulasi yang dapat memfasilitasi perkembangan sektor telekomunikasi.

Selain konektivitas, Menteri Miguel menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), secara bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, teknologi dapat menciptakan kesempatan dan lapangan kerja baru apabila digunakan dengan tepat. Sebaliknya, penggunaan teknologi secara tidak bertanggung jawab dapat membawa dampak negatif terhadap masyarakat.

Karena itu, ia mengajak generasi muda Timor-Leste memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

“Saya meminta kaum muda Timor-Leste untuk saling mengingatkan agar menggunakan teknologi untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan di bidang ini. Gunakan teknologi untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat dan negara,” katanya.

Sementara itu, CEO Telkomcel Timor-Leste, Benedictus Ardiyanto Priyo, mengatakan partisipasi dalam BATIC 2026 merupakan bagian dari kontribusi Telkomcel dan Telin Telkom Group dalam mendukung perkembangan industri dan layanan telekomunikasi di Timor-Leste.

Menurutnya, konektivitas menjadi salah satu elemen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

“Sebagai industri pendukung telekomunikasi, kita mendukung program Pemerintah dalam menggerakkan ekonomi digital. Tentunya, connectivity menjadi kunci utama. Konektivitas harus memastikan reliability, affordability, serta memastikan akses konektivitas Timor-Leste ke dunia semakin baik, semakin murah dan semakin bermanfaat,” kata Benedictus.

Ia berharap peningkatan konektivitas dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong perkembangan ekonomi digital di Timor-Leste.

Menurut Benedictus, BATIC juga memberikan kesempatan bagi Timor-Leste, khususnya CTL, E.P, untuk bertemu dan membangun jaringan dengan pelaku telekomunikasi global, termasuk perusahaan wholesale dan penyedia teknologi.

“Ini merupakan hal yang baik bagi Timor-Leste, khususnya CTL, E.P, untuk bertemu dengan para pemain telekomunikasi global, baik wholesaler maupun perusahaan teknologi dunia,” ujarnya.

Ia berharap kontribusi Telkomcel dan Telin Telkom Group dapat terus mendukung industri serta layanan telekomunikasi Timor-Leste, sehingga konektivitas turut mendorong peningkatan literasi digital di negara tersebut.

BATIC 2026 juga membahas meningkatnya kebutuhan broadband dan konektivitas seiring perkembangan AI, termasuk investasi pada kabel bawah laut (subsea cable) dan pusat data (data center).

Sejumlah sesi khusus turut membahas keamanan infrastruktur digital, sistem otonom dan operasional digital yang dapat diandalkan, serta penguatan kolaborasi antara operator telekomunikasi, penyedia layanan cloud, perusahaan teknologi dan regulator.

Reporter     : Cidalia Fátima

Editor          : Julia Chatarina

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!